Ribuan kader partai menanam pohon dan menebar benih ikan di sungai serta danau sebagai bentuk komitmen menjaga keberlanjutan ekosistem darat dan perairan.
Sekretaris PDI Perjuangan Sumut sekaligus Wakil Ketua DPRD Sumut, Sutarto, menyebut kegiatan ini sebagai “hadiah kader istimewa” bagi Megawati, sekaligus refleksi ideologis partai dalam merawat bumi pertiwi.
“Sebagai rasa syukur atas ulang tahun Ibu Megawati Soekarnoputri, kami menginstruksikan seluruh kader di 33 kabupaten dan kota untuk melakukan penanaman pohon. Ini wujud komitmen kami menjaga lingkungan hidup,” ujarnya di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut, Jalan Jamin Ginting, Medan, Jumat (23/1/2026).
Selain penanaman pohon, para kader juga melakukan pelepasan benih ikan di sejumlah titik perairan. Langkah ini, kata dia, ditujukan untuk memulihkan ekosistem sungai dan danau agar tetap produktif dan berkelanjutan.
“Penebaran benih ikan adalah bagian dari upaya menjaga ekologi perairan. Lingkungan yang sehat akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menurut Sutarto, gerakan ini sejalan dengan komitmen Megawati dalam isu pelestarian lingkungan dan perlindungan generasi masa depan. Ia menyinggung sejumlah bencana alam yang belakangan melanda wilayah Sumatera—mulai dari banjir hingga longsor—sebagai pengingat pentingnya pengelolaan alam yang lebih serius.
“Bencana harus menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih bertanggung jawab menjaga alam, supaya tidak terus berulang,” tegasnya didampingi sejumlah pengurus teras partai.
Rangkaian peringatan juga diisi dengan pemotongan tumpeng yang dibagikan kepada masyarakat, termasuk tukang becak, pengemudi ojek daring, pedagang kaki lima, dan petugas kebersihan di sekitar lokasi kegiatan.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk hadir dan berbagi dengan masyarakat,” ucapnya.
Dukung Kebijakan Presiden
Dalam kesempatan itu, PDI Perjuangan Sumut menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang mencabut izin perusahaan yang dinilai merusak lingkungan. Partai, kata dia, mendorong penegakan hukum yang tegas serta tanggungjawab perusahaan atas dampak sosial dan ekologis yang ditimbulkan.
“Kami mendukung langkah presiden mencabut izin perusahaan perusak lingkungan. Selain itu, perusahaan juga harus bertanggungjawab memulihkan dampak yang ditinggalkan,” katanya.
Pada bidang kemanusiaan, PDI Perjuangan Sumut mengklaim terus mengerahkan bantuan bagi korban bencana. Kapal Malahayati, menurutnya, saat ini melayani warga terdampak banjir di wilayah Tapanuli dan Sibolga setelah sebelumnya beroperasi di Aceh.
“Pelestarian lingkungan dan penanganan bencana adalah tanggung jawab bersama. Kami akan terus bergerak dan hadir bersama rakyat,” pungkasnya. Acara turut diisi dengan pemotongan tumpeng, penyerahan bibit pohon secara simbolik kepada perwakilan pengurus partai, sayap partai, dan jurnalis. Tumpeng turut dibagikan kepada warga sekitar kantor PDIP Perjuangan yang langsung dilakukan Sekretaris Sutarto didampingi sejumlah unsur pengurus. (has)
