MEDAN, HASTARA.ID — Gelapnya kawasan Underpass Jalan HM Yamin, Kota Medan, bukan sekadar akibat kerusakan teknis. Di balik padamnya lampu penerangan, terungkap dugaan pencurian kabel listrik oleh oknum tak bertanggungjawab yang berulang kali merusak fasilitas publik.
Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menunjukkan kekesalannya saat turun langsung meninjau lokasi pada Selasa malam (13/1/2026), menyusul banyaknya keluhan warga terkait kondisi underpass yang gelap dan membahayakan.
“Saya dapat banyak laporan dari warga. Tadi malam saya cek langsung, ternyata kabel-kabel lampunya banyak yang putus dan dicuri. Jangan gara-gara Rp50 ribu buat narkoba, rusak semua,” ujarnya dengan nada geram.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah titik di sekitar underpass minim penerangan. Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko, mengingat kawasan itu merupakan jalur lalulintas padat yang dilalui pengendara dan pejalan kaki setiap hari.
Menurut Zakiyuddin, pencurian kabel lampu jalan bukan hanya merugikan pemerintah kota dari sisi anggaran, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat dan membuka peluang tindak kriminal.
“Kalau gelap, rawan kejahatan. Ini bukan cuma soal lampu mati, tapi soal keselamatan warga,” tegasnya.
Ia meminta Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bersama Dinas Perhubungan segera melakukan perbaikan menyeluruh, disertai peningkatan pengamanan di sekitar fasilitas penerangan jalan. Zakiyuddin mengingatkan, perbaikan tanpa pengamanan hanya akan menciptakan siklus kerugian yang terus berulang.
“Jangan setelah diperbaiki, dipasang lagi, lalu dicuri lagi. Ini harus ada pengamanan yang serius dan pelaku harus ditindak,” katanya.
Ia juga menyayangkan ulah oknum yang merusak fasilitas publik demi kepentingan pribadi. Menurutnya, lampu jalan merupakan bagian dari wajah kota sekaligus penopang utama keselamatan warga.
“Lampu-lampu ini rusak karena ulah oknum yang tidak bertanggungjawab. Ini masih dalam masa pemeliharaan. Kami minta masyarakat ikut menjaga dan segera melapor kalau melihat aktivitas mencurigakan,” ujarnya.
Pemko Medan berharap adanya peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas umum. Dengan penerangan yang memadai, keamanan dan kenyamanan kota dapat terwujud secara berkelanjutan.
“Medan akan lebih terang kalau lampu-lampu kota hidup. Tapi itu butuh kepedulian kita semua,” pungkas Zakiyuddin.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Gibson Panjaitan, mengakui kerusakan lampu di Underpass HM Yamin bukan kali pertama terjadi. Pihaknya, kata dia, sebelumnya telah melakukan perbaikan akibat kabel yang rusak dan hilang.
“Sudah pernah kami perbaiki karena rusak. Ini akan kami cek lagi apakah kabelnya hilang, sering diputus, atau ada dugaan korsleting,” katanya. (has)
