-->

Prabowo Ingin Petugas Haji Diisi Unsur TNI-Polri

Sebarkan:

 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid. Istimewa/Hastara.id

JAKARTA, HASTARA.ID — Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginginkan petugas penyelenggara ibadah haji seluruhnya berasal dari unsur TNI dan Polri.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan arahan dalam pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

"Tadi disampaikan oleh Pak Wamen (Dahnil Anzar Simanjuntak), sebenarnya Bapak Presiden (Prabowo Subianto) mengharapkan petugas haji ini adalah semua dari unsur TNI dan Polri,” kata Abdul.

Meski demikian, Abdul menyebut Wamenhaj Dahnil telah menyampaikan sejumlah pertimbangan kepada Prabowo, termasuk agar unsur lain juga dapat terlibat dalam pelaksanaan haji.

“Tapi Pak Wamen masih bisa menyampaikan pada Bapak Presiden kalau ini TNI Polri bagaimana dengan ormas-ormas yang ingin daftar, kader-kadernya ingin menjadi petugas haji. Alhamdulillah bisa diterima dan sekarang ini banyak ormas-ormas yang masuk di dalam petugas haji,” tuturnya.

Menurut Abdul, keterlibatan TNI dan Polri penting karena tugas petugas haji membutuhkan kekuatan fisik, terlebih saat periode haji memasuki musim panas.

“Di Arab Saudi meskipun nanti di bulan Juni sudah mulai memasuki bulan panas, suhu panas dan itu dibutuhkan seorang yang benar-benar patriotis yaitu TNI dan Polri,” katanya.

Ia menuturkan, pada penyelenggaraan haji 2026 jumlah petugas dari unsur TNI dan Polri ditingkatkan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, terutama saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Dikonfirmasi terpisah, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan masuknya unsur TNI dan Polri sebenarnya adalah simbol harapan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh petugas haji memiliki kedisiplinan tinggi dan bekerja dalam sistem komando yang rapi.

“Simbol bahwa presiden menginginkan para petugas haji semuanya punya kedisiplinan tinggi, bisa bekerja direntang komando yang rapi agar fokus pada pelayanan kepada jamaah bukan yang lain,” kata Dahnil dihubungi Tirto, Minggu (11/1/2026).

Menurut Dahnil, keterlibatan unsur TNI dan Polri selama ini menunjukkan performa yang baik dalam penyelenggaraan ibadah haji. Terlebih dalam hal disiplin, daya tahan fisik, dan kesiapan bekerja di lapangan dengan tekanan tinggi.

“TNI dan Polri yang selama ini bertugas di Tanah haram menurut evalusi kami punya semangat luar biasa baik dalam pelayanan jamaah haji. Makanya, semangat itu yang ingin kita hadirkan melalui diklat kali ini. Agar semua punya semangat seperti yang diharapkan,” tuturnya. (*)

Sumber: Tirto.id 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini