-->

Diduga Diretas, Konten Judi Online Cemari Hasil Pencarian Situs Resmi UNIMED

Sebarkan:

 

Penampakan Gedung Digital Library UNIMED di kawasan kampus tersebut. Situs resmi UNIMED diduga diretas sehingga menampilkan konten judi online. Istimewa/Hastara.id 


MEDAN, HASTARA.ID – Situs resmi Universitas Negeri Medan (UNIMED) diduga mengalami peretasan setelah tautan dan deskripsi bermuatan promosi judi online muncul di hasil pencarian internet.

Alih-alih menampilkan informasi akademik, domain resmi kampus justru terindeks dengan narasi yang tidak relevan dan mencederai reputasi institusi pendidikan negeri tersebut.

Temuan ini memicu kecaman dari kalangan masyarakat. Banyak yang menilai insiden tersebut sebagai indikasi lemahnya pengawasan dan sistem keamanan digital kampus. Padahal, website resmi seharusnya menjadi wajah institusi yang dikelola dengan standar keamanan tinggi dan pemantauan berkala.

Berdasarkan penelusuran, domain resmi kampus yang mestinya memuat informasi akademik dan layanan publik justru tersusupi konten promosi perjudian daring.

Kondisi ini menimbulkan kegaduhan di tengah publik serta kekhawatiran serius terkait keamanan infrastruktur digital kampus, termasuk potensi risiko terhadap data mahasiswa yang jumlahnya sangat besar.


Salah satu isi konten dari situs resmi UNIMED yang diduga diretas oknum tak bertanggungjawab. Istimewa 
Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Medan Farhan Abror menyampaikan sikap tegas.

“Kami menilai insiden dugaan peretasan situs resmi UNIMED ini bukan persoalan sepele. Website kampus adalah representasi marwah institusi pendidikan. Jika benar terindikasi adanya konten judi online yang terindeks, maka ini menunjukkan adanya celah serius dalam sistem pengamanan digital. Rektorat harus segera melakukan audit forensik IT secara menyeluruh serta menyampaikan klarifikasi terbuka kepada publik,” ujarnya. 

Farhan juga menyoroti pentingnya perlindungan data mahasiswa. “UNIMED adalah institusi pendidikan negeri yang menaungi puluhan ribu mahasiswa. Keamanan data pribadi tidak boleh berada dalam situasi rentan. Jika ada kelalaian dalam pengelolaan sistem, maka itu adalah bentuk ketidakseriusan dalam menjaga amanah publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendesak agar ada langkah konkret dan transparan dari pihak kampus. “Kami meminta rektorat segera membentuk tim independen untuk melakukan audit keamanan digital, menutup seluruh celah sistem, serta memastikan kejadian serupa tidak terulang. Jangan sampai persoalan ini dianggap biasa, karena menyangkut nama baik lembaga dan kepercayaan masyarakat luas,” pungkasnya.

Jika benar terjadi kelalaian dalam pengelolaan sistem, maka hal tersebut merupakan persoalan serius yang tidak bisa dianggap sepele. Selain berpotensi merusak kepercayaan publik, insiden ini juga dinilai mencoreng nama baik UNIMED sebagai institusi pendidikan milik pemerintah.

HMI Cabang Medan mendesak agar rektorat segera melakukan audit keamanan digital secara menyeluruh, menutup celah sistem, serta memberikan klarifikasi resmi kepada masyarakat guna memastikan keamanan data tetap terjaga dan insiden serupa tidak terulang. (red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini