![]() |
| Ketua ITFun Sumut, Defriansyah Manik, menyerahkan secara simbolis sertifikat kepada para peserta UKT Geup di Jentera Malay, Stabat, Kabupaten Langkat, Minggu (15/2/2026). Istimewa/Hastara.id |
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemanasan bersama di kawasan Kompleks Perkantoran Pemkab Langkat dalam suasana Car Free Day (CFD), mengelilingi Alun-alun Monumen Pahlawan Nasional Tengku Amir Hamzah, sebelum berakhir di halaman Pendopo Jentera Malay, Kompleks Rumah Dinas Bupati Langkat.
Peserta UKT terdiri dari atlet dan pegiat taekwondo yang didampingi pelatih (sabeum/sabeumnim/master) serta orang tua/wali. Mereka mewakili tujuh pengurus wilayah ITFun se-Sumatera Utara, yakni Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, dan Karo.
Tak hanya ujian kenaikan tingkat, kegiatan juga dirangkaikan dengan pertunjukan kreasi seni yang melibatkan anak-anak usia taman kanak-kanak hingga mahasiswa. Berbagai atraksi ditampilkan, mulai dari Taekwondo Toya, Double Stik, Taekwondo Dance, pomsae senior dan junior, drama anti-bullying, pose split beregu, hingga pemecahan benda keras (kyukpa dan batu bata). Penampilan tersebut melibatkan atlet hingga para pelatih.
Ketua ITFun Sumut, Defriansyah Manik, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pengurus, pelatih, orang tua, serta dukungan inorga dan sponsor dalam mendorong kemajuan pembinaan atlet di seluruh kabupaten/kota.
“Sinergi menjadi kunci agar pembinaan berjalan maksimal dan perkembangan anak didik semakin progresif ke depan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, 18 Februari 2026.
Sementara itu, Bupati Langkat Syah Afandin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Tengku Muhammad Auzai, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya UKT Geup ITFun Sumut di Stabat.
Menurutnya, pengembangan seni beladiri taekwondo bagi generasi muda merupakan langkah positif untuk membentuk kedisiplinan, kekuatan fisik, serta mental yang tangguh. Namun ia juga mengingatkan para pelatih agar terus memberikan pendampingan dan edukasi, mengingat taekwondo merupakan olahraga full kontak yang memiliki risiko cedera.
“Selain melatih fisik, pembinaan mental dan kedewasaan anak-anak juga sangat penting,” pesan bupati.
Mewakili KORMI Langkat, Santo Ginting menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Hal senada disampaikan Ustaz Ibrahim Pansuri yang mendoakan agar ITFun Sumut terus berkembang dan memberi manfaat bagi generasi muda.
Defriansyah optimistis ITFun Sumut akan semakin besar dan mampu melahirkan atlet berprestasi di level nasional maupun internasional. Ia juga mendorong para atlet untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan pada 2026 hingga ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) di Palu, Sulawesi Tengah, tahun 2027.
“Yang dibutuhkan adalah militansi, loyalitas, daya juang, dan semangat pantang menyerah. Terus bergerak dan taklukkan setiap tantangan,” tegasnya. (rel)
