![]() |
| Kolase foto Pj Sekdaprovsu Sulaiman Harahap dengan Gubernur Bobby Nasution berlatarbelakang gedung Merah Putih KPK. Istimewa/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Ambisi Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, dalam memimpin Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut terkesan hanya 'omon-omon' belaka. Di tengah proses seleksi yang menuntut transparansi, Sulaiman justru absen dalam konferensi pers resmi yang digelar tim pansel di Grand Hotel Inna Medan, Selasa (14/4/2026).
Forum tersebut dihadiri Ketua Pansel Corry Novrika A.P. Sinaga bersama anggota pansel lain, yakni Yovita Sabarina Sitepu, Faisal, dan Mimah Susanti, serta Ketua Komisi A DPRD Sumut Usmam Ja'far.
Ketidakhadiran Sulaiman—yang merupakan representasi pemerintah provinsi dalam pansel—langsung memicu tanda tanya publik dan keseriusannya memimpin tim tersebut. Padahal forum tersebut merupakan langkah awal pembukaan secara resmi rekrutmen anggota KPID Sumut periode 2026-2029.
Corry Novrika menjelaskan, absennya Sulaiman disebabkan padatnya agenda sebagai sekdaprov.
“Pak Sulaiman tidak bisa hadir karena jadwal beliau cukup padat,” ujarnya.
![]() |
| Ketua Pansel Corry Novrika A.P. Sinaga bersama anggota pansel, melayani wawancara wartawan usai menggelar konferensi pers di Grand Hotel Inna Medan, Selasa (14/4/2026). Hasby/Hastara.id |
Lemahnya Komitmen Tranparansi
Penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam kritik. Sebab, di tengah tuntutan akuntabilitas proses seleksi KPID—lembaga yang mengawasi penyiaran publik—ketidakhadiran dalam forum terbuka dinilai sebagai sinyal lemahnya komitmen terhadap transparansi.
Ironisnya, Corry juga mengungkap bahwa Sulaiman sebelumnya menyatakan keinginan untuk memimpin pansel.
“Beliau pernah menyampaikan ingin sekali menjadi ketua panitia seleksi anggota KPID kali ini,” ungkapnya.
Fakta ini mempertegas paradoks sikap Sulaiman: memiliki ambisi memimpin, namun absen dalam momentum penting yang menjadi ruang pertanggungjawaban kepada publik. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai konsistensi dan kesungguhan yang bersangkutan dalam menjalankan mandat sebagai anggota pansel.
Kehadiran pejabat kunci dalam forum terbuka juga dinilai bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen menjaga integritas proses seleksi. Apalagi, KPID memiliki peran strategis dalam memastikan kualitas dan independensi penyiaran di daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, Sulaiman Harahap belum memberikan keterangan resmi terkait alasan ketidakhadirannya. (has)

