-->

Buka Pelatihan Publikasi Ilmiah BRIN, Sofyan Tan Dorong Dosen Tembus Jurnal Internasional

Sebarkan:

 

Anggota DPR RI, Sofyan Tan memberikan sambutan dalam pelatihan bertajuk Publikasi Ilmiah di Jurnal Internasional Skala Menengah dan Tinggi di Universitas Satya Terra Bhinneka, Sabtu (4/4). Mega Sihombing/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Upaya meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah internasional terus didorong melalui pelatihan bertajuk Publikasi Ilmiah di Jurnal Internasional Skala Menengah dan Tinggi yang digelar di Universitas Satya Terra Bhinneka, Sabtu (4/4).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas riset dan inovasi bagi masyarakat.

Pelatihan menghadirkan peneliti BRIN, Muhammad Adly Rahandi Lubis, sebagai narasumber utama. Kegiatan dibuka oleh tokoh pendidikan sekaligus Anggota DPR RI, Sofyan Tan.

Dalam sambutannya, Sofyan Tan menegaskan pentingnya kehadiran tenaga ahli dari BRIN untuk membimbing dosen menghasilkan karya ilmiah berstandar internasional. Ia menekankan bahwa tujuan pelatihan ini tidak hanya mendorong publikasi di tingkat nasional, tetapi juga meningkatkan pemahaman akademisi terhadap standar global.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin dosen tidak hanya mampu menembus jurnal nasional, tetapi juga memahami kebutuhan komunitas internasional,” ujarnya.

Turut hadir Rektor Universitas Satya Terra Bhinneka Bobby C Halim serta para dosen dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan.

Sofyan Tan juga mendorong dosen, khususnya yang berusia di bawah 40 tahun, untuk aktif melakukan penelitian dan publikasi. Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu kunci utama untuk menembus jurnal internasional.

Ia menambahkan, motivasi dalam dunia akademik tidak semata berorientasi pada materi. 

“Jangan kejar uang, biarkan uang yang mengejar Anda. Ketika memiliki keahlian dan prestasi, peluang akan datang dengan sendirinya,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan, pihak universitas bersama yayasan telah menyiapkan skema insentif bagi dosen serta membuka peluang kolaborasi dengan BRIN untuk memperluas akses pendanaan riset.

Lebih lanjut, Sofyan Tan menargetkan Universitas Satya Terra Bhinneka menjadi pusat riset unggulan, khususnya di bidang pangan. Ia menilai potensi sumber daya alam Sumatera Utara yang melimpah harus dioptimalkan melalui riset yang relevan dengan kebutuhan lokal.

“Riset harus menjadi jalan membangun bangsa yang lebih terhormat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini bukan proses instan, tetapi membutuhkan perjuangan panjang,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Adly Rahandi Lubis menjelaskan peran BRIN sebagai enabler dalam membangun ekosistem riset nasional. Ia menyebutkan berbagai program yang disediakan, seperti pendanaan riset, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis riset, hingga program pascadoktoral.

Ia menekankan pentingnya pembentukan kelompok riset (research group) sebagai indikator keberhasilan penelitian. Menurutnya, kolaborasi antarpeneliti, termasuk dengan mahasiswa, menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas ilmiah.

“Ekosistem riset tidak bisa dibangun sendiri. Kolaborasi menjadi kunci, dan mahasiswa harus dilibatkan dalam proses penelitian,” katanya.

Ia juga membagikan pengalamannya dalam meningkatkan publikasi terindeks Scopus, dari tujuh publikasi pada 2021 menjadi 42 publikasi saat ini, sebagai bukti pentingnya konsistensi dan kerja sama. Karenanya ia mengingatkan peserta untuk mewaspadai jurnal predator yang kerap menetapkan biaya tidak wajar dan menggunakan indikator palsu. Peneliti disarankan memanfaatkan basis data terpercaya seperti Scopus dan Web of Science (WoS), meskipun diakui akses ke WoS masih menjadi tantangan.

Pelatihan ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi dosen dan peneliti muda untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, serta menghasilkan karya ilmiah yang berdampak nyata bagi masyarakat. (ms)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini