-->

Kucurkan Rp1,3 T di 2026, Dinas BMBKCK Sumut Bangun Jalan Baru Sepanjang 141 Km

Sebarkan:

 

Kepala Dinas BMBKCK Sumut, Chandra Dalimunthe, saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (26/5/2026). Istimewa/Hastara.id 
MEDAN, HASTARA.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggelontorkan anggaran jumbo senilai Rp1,37 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada 2026. Dana tersebut difokuskan untuk mempercepat pembangunan jalan, jembatan hingga penanganan infrastruktur pascabencana di berbagai wilayah Sumut.

Program besar itu menjadi bagian dari implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI) yang diusung Gubernur Sumut, Bobby Nasution.

Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut, Chandra Dalimunthe, mengatakan anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung pembangunan jalan strategis, proyek daerah hingga penguatan konektivitas kawasan terisolir.

“Anggaran pembangunan infrastruktur jalan tahun 2026 sebesar Rp1.372.497.925.000. Dana ini dibagi untuk program PHTC, dukungan Proyek Strategis Daerah (PSD), penanganan pascabencana dan program lainnya,” ujar Chandra dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro No.30, Medan, Selasa (26/5/2026).

Upaya mendukung PHTC INSTANSI, Pemprov Sumut mengalokasikan Rp672,22 miliar melalui 52 kegiatan utama. Anggaran itu digunakan untuk pembangunan jalan sepanjang 86 kilometer, pemeliharaan berkala 11,91 kilometer jalan, rehabilitasi jalan, pembangunan turap hingga jembatan dan drainase.

“Selain pembangunan jalan, ada juga pembangunan turap, talud dan bronjong di 17 titik, pembangunan jembatan sepanjang 32 meter serta pembangunan saluran drainase sepanjang 250 meter,” ujarnya.

Sementara dukungan terhadap PSD, mendapat alokasi Rp320,2 miliar. Program ini difokuskan pada pembangunan ruas jalan baru penghubung kawasan terisolir dan wilayah strategis dengan target pembangunan sepanjang 55 kilometer melalui delapan kegiatan utama.

Chandra mengungkapkan, kondisi jalan mantap di Sumut saat ini mencapai 74,12 persen atau sekitar 3.006 kilometer. Sedangkan sisanya masih berada dalam kondisi rusak ringan hingga berat.

“Hingga saat ini jalan mantap di Sumut mencapai 74,12 persen. Sisanya sekitar 25,88 persen masih rusak ringan dan berat. Karena itu pembangunan dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” katanya.

Dari keseluruhan PHTC dan PSD tersebut, Dinas BMBKCK Sumut menargetkan pembangunan total 141 kilometer jalan baru pada tahun ini. Tak hanya fokus pada pembangunan jalan, turut dialokasikan Rp137 miliar untuk penanganan infrastruktur pascabencana. Anggaran itu digunakan untuk pembangunan turap, rehabilitasi jembatan hingga pembangunan box culvert di sejumlah titik rawan bencana.

Khusus wilayah Kepulauan Nias, dialokasikan dana afirmasi sebesar Rp83,87 miliar. Program ini mencakup pembangunan jalan sepanjang 8,4 kilometer dan pembangunan jembatan sepanjang 70,6 meter guna memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan kepulauan tersebut. Pembangunan infrastruktur pun diperkuat melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit sebesar Rp16,2 miliar dan tambahan Transfer Keuangan Daerah (TKD) Rp143 miliar untuk pembangunan jalan serta penguatan turap dan bronjong.

Sedangkan di sektor keciptakaryaan, Dinas BMBKCK Sumut mengalokasikan Rp3,9 miliar untuk penyusunan dokumen perencanaan infrastruktur air minum dan air limbah di kawasan afirmasi Kepulauan Nias.

Untuk peningkatan layanan sanitasi, dialokasikan Rp12 miliar guna meningkatkan kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Cemara dengan target tambahan kapasitas pengelolaan sebesar 100 meter kubik. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini