PALUTA, HASTARA.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) memastikan proyek peningkatan struktur jalan ruas Sipiongot-Batas Kabupaten Labuhanbatu di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) berjalan tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, serta sesuai target penyerapan anggaran tahun 2026.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan rekayasa lapangan yang dilakukan UPTD BMCK Gunung Tua bersama konsultan supervisi dan pihak penyedia jasa konstruksi di ruas jalan tersebut baru-baru ini.
Kepala Dinas BMBKCK Sumut, Chandra Dalimunthe melalui Kepala UPTD BMCK Gunung Tua, Hasian Negara Dasopang, mengatakan kegiatan rekayasa lapangan tidak sekadar menjadi tahapan pengumpulan data teknis, melainkan bagian penting dalam menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat dalam proyek.
“Pengukuran pada ruas Sipiongot-Batas Labuhanbatu tidak hanya dilaksanakan sebagai tahapan pengumpulan data teknis, namun juga menjadi bagian dari proses rekayasa lapangan dalam rangka penyamaan persepsi antara UPTD BMCK Gunung Tua, konsultan supervisi dan pihak penyedia,” ujar Hasian Negara Dasopang di Medan, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, pelaksanaan rekayasa lapangan dilakukan secara terpadu guna memastikan kesesuaian antara kondisi eksisting di lapangan dengan dokumen perencanaan proyek.
Sejumlah aspek yang menjadi fokus verifikasi di antaranya trase jalan, lebar efektif badan jalan, elevasi, kondisi tanah dasar hingga identifikasi titik-titik kritis yang memerlukan penanganan khusus dalam pekerjaan peningkatan struktur jalan tersebut.
Selain pengukuran teknis, tim juga melakukan diskusi langsung di lapangan untuk menyepakati metode penanganan serta menentukan prioritas pekerjaan berdasarkan kondisi riil di lokasi.
Hasian menegaskan langkah tersebut penting dilakukan untuk meminimalisasi deviasi pelaksanaan pekerjaan, menghindari potensi kesalahan interpretasi terhadap gambar rencana, sekaligus memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Ia menambahkan sinergi antara UPTD BMCK Gunung Tua sebagai representasi pemerintah daerah, konsultan supervisi sebagai pengendali mutu, serta pihak penyedia sebagai pelaksana pekerjaan menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
“Melalui penyamaan persepsi ini diharapkan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap lingkup pekerjaan, metode pelaksanaan, serta standar mutu yang harus dicapai,” pungkasnya. (has/rel)
