PALAS, HASTARA.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat menangani tanggul jebol pada Daerah Irigasi (DI) Balakka Sitokkon di Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), yang selama ini menghambat pasokan air ke lahan pertanian warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumut, Gibson Panjaitan, mengatakan penanganan darurat langsung dilakukan atas arahan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution guna memulihkan fungsi irigasi yang menjadi penopang sektor pertanian masyarakat.
“Begitu mendapat laporan kondisi tanggul, kami langsung melakukan langkah penanganan darurat agar jaringan irigasi Balakka Sitokkon dapat kembali berfungsi dan mengalirkan air ke areal persawahan warga,” ujar Gibson Panjaitan di Medan, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, perbaikan dilakukan menggunakan metode bronjong untuk memperkuat struktur tanggul yang rusak akibat terjangan arus deras. Selain mengirim material kawat bronjong, Dinas SDA Sumut juga menurunkan personel Operasi dan Pemeliharaan (OP) guna mempercepat proses perbaikan di lapangan.
Penanganan tersebut dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas. Kolaborasi lintas pihak dinilai penting agar kerusakan dapat segera ditangani dan distribusi air ke lahan pertanian kembali normal.
“Kami berharap melalui sinergi seluruh pihak, tanggul yang jebol bisa segera pulih sehingga petani dapat kembali mengolah lahan dan aktivitas pertanian berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.
Diketahui, tanggul DI Balakka Sitokkon mengalami kerusakan parah setelah diterjang derasnya aliran air pada awal 2024. Akibat jebolnya tanggul tersebut, pasokan air irigasi terputus dan berdampak langsung terhadap ratusan hektare lahan sawah di kawasan sekitar.
Kondisi itu menyebabkan banyak areal pertanian tidak dapat ditanami padi, sehingga berpengaruh terhadap produktivitas dan pendapatan petani setempat.
Perbaikan DI Balakka Sitokkon menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperkuat infrastruktur pertanian dan menjaga ketahanan pangan daerah. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung program Presiden RI dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Pemulihan jaringan irigasi ini bukan hanya memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan petani mendapatkan akses air yang memadai untuk meningkatkan produksi pertanian,” pungkas Gibson. (has)
