PEMATANGSIANTAR, HASTARA.ID – Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api bersubsidi selama libur peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 menunjukkan pentingnya peran transportasi publik yang terjangkau dalam mendukung mobilitas warga. Selama periode libur tersebut, sebanyak 11.592 pelanggan tercatat memanfaatkan layanan kereta api (KA) bersubsidi yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara.
Manager Hubungan Masyarakat KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan layanan kereta api bersubsidi merupakan wujud komitmen pemerintah dan KAI dalam menghadirkan akses transportasi yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, keberadaan layanan tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, khususnya sila kelima, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Ia menjelaskan, subsidi yang diberikan pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO) pada dasarnya ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau. Dengan demikian, masyarakat dari berbagai kalangan dapat menikmati akses mobilitas yang setara tanpa terbebani biaya perjalanan yang tinggi.
“Subsidi yang dialokasikan pemerintah ini pada hakikatnya ditujukan langsung untuk masyarakat, bukan untuk korporasi KAI. Melalui skema ini, kami berharap konektivitas antarwilayah semakin kuat dan roda perekonomian masyarakat di berbagai daerah Sumatera Utara dapat bergerak lebih cepat,” ujar Anwar.
Saat ini, terdapat tiga layanan KA di wilayah Divre I Sumatera Utara yang memperoleh subsidi pemerintah melalui skema PSO. Ketiga layanan tersebut meliputi KA Datuk Belambangan relasi Tebing Tinggi–Lalang dengan tarif Rp5.000, KA Siantar Ekspres relasi Medan–Siantar dengan tarif Rp22.000, serta KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai dengan tarif Rp27.000.
Ketiga layanan itu dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari. Selain digunakan untuk bepergian ke tempat kerja, kereta api bersubsidi juga dimanfaatkan oleh pelajar dan mahasiswa untuk menempuh pendidikan, pelaku usaha untuk menunjang kegiatan ekonomi, hingga masyarakat yang melakukan berbagai aktivitas sosial dan keluarga.
Tingginya tingkat pemanfaatan layanan selama masa libur Hari Lahir Pancasila turut memperlihatkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan transportasi yang diminati masyarakat. Dari total 11.592 pelanggan yang menggunakan layanan KA bersubsidi pada periode tersebut, KA Putri Deli menjadi layanan dengan jumlah pengguna terbanyak, yakni mencapai 7.490 pelanggan. Sementara itu, KA Siantar Ekspres melayani 3.335 pelanggan, dan KA Datuk Belambangan digunakan oleh 767 pelanggan.
Anwar menegaskan, KAI Divre I Sumatera Utara terus berupaya menjaga kualitas pelayanan pada seluruh perjalanan kereta api, termasuk layanan bersubsidi. Menurutnya, seluruh pelanggan berhak memperoleh standar pelayanan yang sama tanpa memandang besaran tarif yang dibayarkan.
“Kereta api adalah moda angkutan yang inklusif. Kami menerapkan standar pelayanan prima yang setara dan tanpa diskriminasi pada seluruh perjalanan, sehingga esensi dari pemerataan pembangunan akses transportasi benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, KAI akan terus menjaga keandalan layanan demi mewujudkan transportasi perkeretaapian yang aman, nyaman, inklusif, dan merata bagi seluruh masyarakat. Setiap tiket bersubsidi yang dimanfaatkan masyarakat, lanjutnya, menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah di Sumatera Utara. (Tra)
.jpg)