-->

Pemkab Taput Gandeng IAKN Tarutung, Perkuat SDM dan Percepat Peningkatan Mutu Pendidikan

Sebarkan:

 

Bupati Taput, JTP Hutabarat bersama Rektor IAKN Tarutung, Haposan Silalahi diabadikan usai menandatangani PKS bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Aula Mini Kantor Bupati di Tarutung, Kamis (4/6/2026). Diskominfo Taput/Hastara.id


TAPUT, HASTARA.ID — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memperkuat langkah pembangunan sumber daya manusia melalui kerjasama strategis dengan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di Aula Mini Kantor Bupati Taput di Tarutung, Kamis (4/6/2026).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Taput, Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat bersama Rektor IAKN Tarutung, Pdt Dr Haposan Silalahi, disaksikan Sekretaris Daerah Henry MM Sitompul, Bunda PAUD Taput, Neny Angelina Purba, Kepala Dinas Pendidikan Freddy Advent Panjaitan, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Bupati JTP menegaskan IAKN Tarutung memiliki peran penting tidak hanya sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual, kuat secara moral, dan berkarakter.

“Kerjasama ini harus memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Taput. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat melahirkan generasi yang cerdas, beriman, dan berkarakter untuk masa depan daerah yang lebih baik,” ujarnya.

Upaya memastikan implementasi kerjasama berjalan efektif, Pemkab Taput menetapkan lima fokus utama, yakni peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan, pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan daerah, pemanfaatan teknologi dan inovasi pendidikan, penguatan program pengabdian kepada masyarakat, serta pengawasan dan evaluasi secara berkala.

Menurut bupati, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu prioritas utama. Karena itu, ia mendorong sinergi antara IAKN Tarutung dan Dinas Pendidikan dalam menghadirkan berbagai program pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas guru hingga ke wilayah terpencil.

Pengembangan kurikulum diharapkan mampu mengakomodasi potensi daerah, kearifan lokal, dan nilai-nilai budaya Batak Toba sehingga peserta didik tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat. Di bidang penelitian, bupati berharap IAKN Tarutung dapat menghasilkan berbagai kajian dan inovasi yang mampu menjawab tantangan pendidikan di daerah. Hasil riset tersebut nantinya dapat menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan dan program pendidikan yang lebih tepat sasaran.

Haposan Silalahi mengungkapkan bahwa pihaknya telah memperoleh izin penyelenggaraan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen. Program ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana.

Menurutnya, program tersebut sangat relevan bagi guru PAUD, sekretaris desa, operator sekolah, serta tenaga kerja lainnya yang belum memiliki kualifikasi pendidikan strata satu (S-1).

“Kami berharap program RPL angkatan pertama ini dapat dimanfaatkan secara maksimal, khususnya oleh para guru PAUD di Tapanuli Utara. Masih banyak tenaga pendidik yang belum berkualifikasi S1, padahal hal itu sangat penting untuk mendukung pengembangan karier, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi profesional,” kata Haposan. (os)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini