MEDAN, HASTARA.ID — Setelah bertahun-tahun dikeluhkan warga dan wisatawan, jalan rusak menuju Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, yang juga menjadi akses utama ke destinasi wisata Bukit Lawang, akhirnya masuk dalam prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2026.
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengalokasikan anggaran sebesar Rp64,2 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan provinsi yang selama ini mengalami kerusakan cukup parah dan menghambat mobilitas masyarakat maupun aktivitas pariwisata.
Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut, Chandra Dalimunthe, mengatakan perbaikan tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi salah satu fokus pembangunan infrastruktur Pemprov Sumut.
"Tahun ini kerusakan pada tiga ruas jalan tersebut dipastikan ditangani. Ketiganya masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat Pak Gubernur Bobby Nasution," kata Chandra kepada wartawan di Medan, Kamis (4/6/2026).
Adapun tiga ruas jalan yang akan ditingkatkan kualitasnya meliputi:
•Ruas Simpang Marike–Timbang Lawang sepanjang 5,7 kilometer dengan alokasi anggaran Rp34,2 miliar.
•Ruas Kuala–Simpang Marike sepanjang 3 kilometer dengan anggaran Rp18 miliar.
•Ruas Tanjung Selamat–Simpang 3 Namu Unggas sepanjang 2 kilometer dengan anggaran Rp12 miliar.
"Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp64,2 miliar," ucapnya kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).
Menurut Chandra, saat ini proses pengerjaan masih berada pada tahap tender. Pihaknya menargetkan seluruh tahapan administrasi dapat segera rampung sehingga pekerjaan fisik bisa dimulai dalam waktu dekat.
Perbaikan infrastruktur tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan konektivitas masyarakat di wilayah Bahorok dan sekitarnya, tetapi juga mendukung pengembangan sektor pariwisata. Bukit Lawang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi ekowisata unggulan Sumatera Utara yang menjadi pintu masuk kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.
"Perbaikan jalan ini sekaligus menjawab aspirasi masyarakat yang sejak lama meminta akses menuju Bahorok diperbaiki," ujarnya.
Ia menjelaskan, usulan perbaikan sebenarnya telah lama diterima Pemprov Sumut. Namun pelaksanaannya sempat tertunda karena pemerintah harus memprioritaskan penanganan bencana serta menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
"Pak gubernur sudah lama mendengar keluhan dan usulan warga terkait kondisi jalan tersebut. Karena sebelumnya fokus pada penanganan bencana dan keterbatasan anggaran, maka pelaksanaannya baru dapat direalisasikan tahun ini," ucap Chandra.
Lebih lanjut, Chandra menegaskan pembangunan jalan di Kabupaten Langkat merupakan bagian dari program Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI) yang menjadi strategi Pemprov Sumut dalam mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
"Melalui program ini, tahun 2026 menjadi momentum akselerasi pembangunan jalan dan jembatan di Sumatera Utara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, konektivitas wilayah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (has)
