PEMATANGSIANTAR, HASTARA.ID – Sebanyak 58.031 penumpang telah menggunakan layanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara selama sepekan masa libur sekolah yang dimulai sejak 20 Juni 2026. Lonjakan jumlah pelanggan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan momen liburan untuk bepergian bersama keluarga, berwisata, maupun mengunjungi sanak saudara dengan moda transportasi kereta api yang dinilai nyaman tepat waktu, dan terjangkau.
Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menunjukkan tren tersebut terus mengalami peningkatan. Hingga Jumat, 26 Juni 2026, sebanyak 58.031 tiket telah terjual untuk perjalanan kereta api selama sepekan masa angkutan libur sekolah.
Khusus keberangkatan hari ini, sebanyak 8.452 tiket atau sekitar 95 persen dari total kapasitas 8.824 kursi telah terjual. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena penjualan tiket untuk sejumlah perjalanan sore dan malam masih berlangsung.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan tingginya angka penjualan tiket mencerminkan besarnya minat masyarakat menggunakan transportasi berbasis rel selama musim liburan. Menurutnya, hampir seluruh perjalanan favorit mengalami tingkat keterisian yang sangat tinggi.
"Sejak dimulainya libur sekolah pada 20 Juni lalu, minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi kereta api sangat tinggi. Rata-rata setiap harinya, 13 dari 22 perjalanan kereta api pada akhir pekan dan 20 perjalanan pada hari kerja mencatatkan tingkat keterisian hingga 100 persen," ujarnya saat dikonfirmasi. Jumat (26/6/2026).
Fenomena ini menunjukkan bahwa pola perjalanan masyarakat di Sumatera Utara terus berubah. Jika sebelumnya kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama saat musim liburan, kini semakin banyak keluarga yang beralih menggunakan kereta api.
Selain menghindari kemacetan di jalan raya, perjalanan dengan kereta dinilai lebih praktis karena penumpang tidak perlu menghadapi kelelahan mengemudi dalam waktu yang lama.
Sejumlah layanan bahkan menjadi primadona selama periode libur sekolah. Selain KA Putri Deli dan KA Siantar Ekspres yang selama ini dikenal memiliki tingkat okupansi tinggi, KA Sribilah Utama juga mencatat permintaan yang terus meningkat.
"Selain KA Putri Deli dan KA Siantar Ekspres, KA Sribilah Utama keberangkatan pagi, baik dari Stasiun Medan pukul 09.05 WIB maupun dari Stasiun Rantauprapat pukul 08.15 WIB, menjadi dua jadwal yang juga banyak diminati masyarakat. Rata-rata keterisiannya bahkan mencapai 105 persen dari kapasitas kursi reguler yang tersedia," kata Anwar.
Tingginya permintaan tersebut mendorong KAI Divre I Sumatera Utara melakukan penyesuaian operasional dengan menambah kapasitas angkut pada sejumlah perjalanan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tetap memiliki kesempatan memperoleh tiket di tengah meningkatnya jumlah penumpang.
"Melalui penambahan satu kereta bisnis pada KA Sribilah Utama dan satu kereta ekonomi pada KA Sribilah Fakultatif ini, total kapasitas tempat duduk selama masa angkutan libur sekolah meningkat dari 130.040 menjadi 131.744 kursi. Ada tambahan 1.704 tempat duduk untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat," jelasnya.
Penambahan rangkaian tersebut menjadi salah satu strategi KAI dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas yang lazim terjadi saat musim libur sekolah. Di sisi lain, tingginya permintaan juga tercermin dari pemesanan tiket untuk perjalanan beberapa hari ke depan.
Hingga 26 Juni, jumlah tiket yang telah dipesan selama periode liburan mencapai 93.777 lembar, dan angkanya diperkirakan terus bertambah seiring masih dibukanya penjualan secara daring.
Melihat tingginya animo masyarakat, KAI Divre I Sumatera Utara mengimbau calon penumpang agar segera memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya sebelum kehabisan.
Di balik meningkatnya jumlah perjalanan kereta api selama musim liburan, KAI juga mengingatkan pentingnya keselamatan masyarakat di sekitar jalur rel.
Tingginya frekuensi perjalanan kereta diharapkan tidak diikuti dengan meningkatnya aktivitas warga di area perlintasan maupun sepanjang jalur rel yang dapat membahayakan keselamatan.
Anwar menegaskan bahwa jalur kereta api bukanlah ruang publik yang dapat digunakan untuk bermain, bersantai, maupun melakukan aktivitas lainnya.
"Masyarakat harus memahami bahwa kereta api tidak bisa berhenti mendadak. Dengan bobot yang cukup berat dan rangkaian yang panjang, kereta api membutuhkan jarak pengereman yang cukup jauh untuk bisa berhenti sepenuhnya. Berada di jalur rel sama saja dengan mempertaruhkan nyawa," tegasnya.
Imbauan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam tiga tahun terakhir, KAI Divre I Sumatera Utara mencatat sedikitnya 114 insiden yang melibatkan masyarakat di jalur kereta api. Sebanyak 73 orang atau sekitar 64 persen di antaranya meninggal dunia, sementara 31 orang mengalami luka berat. Bahkan hingga menjelang berakhirnya semester pertama 2026 saja, telah terjadi 21 insiden, dengan 19 korban meninggal dunia, satu korban luka berat, dan satu korban lainnya tidak ditemukan.
KAI mengingatkan bahwa larangan beraktivitas di jalur kereta api juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta, menaruh barang di atas rel, maupun menggunakan jalur rel untuk kepentingan lain. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana berupa kurungan maupun denda.
Momentum libur sekolah juga menjadi perhatian khusus bagi KAI. Orang tua diimbau untuk lebih mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar rel kereta api. Selain itu, masyarakat diminta menghentikan aksi vandalisme seperti pelemparan batu ke kereta yang melintas karena dapat membahayakan keselamatan penumpang maupun petugas.
"Di tengah tingginya antusiasme masyarakat menggunakan kereta api, KAI berharap kesadaran terhadap keselamatan juga semakin meningkat sehingga perjalanan selama musim liburan tidak hanya nyaman, tetapi juga aman bagi seluruh pengguna jasa maupun masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel," pungkasnya. (Tra)
