MEDAN, HASTARA.ID — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Medan Santo Bonaventura resmi melantik Mandataris Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC), Formatur Tunggal, Ketua Presidium, serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) periode 2026–2027 di Catholic Center, Jalan Mataram No. 21, Medan Baru, Sabtu (6/6/2026).
Pelantikan yang mengusung tema “Solid dalam Akar, Progresif dalam Gerakan Menuju Regenerasi Kepemimpinan yang Berkualitas dan Loyalitas” tersebut menjadi momentum penting bagi PMKRI Cabang Medan dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan peran kader sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Pengurus Pusat PMKRI, yakni Presidium Hubungan Masyarakat Katolik PMKRI Pusat periode 2024–2026, bersama para kader dan alumni PMKRI.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan Santo Bonaventura periode 2026–2027, Andreas Sitanggang, menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh bersikap apatis terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, PMKRI sebagai organisasi kaderisasi dan perjuangan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir serta berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, khususnya di Kota Medan.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, tetapi menjadi peneguhan tanggung jawab kader untuk menjawab persoalan sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan yang terus berkembang,” ujarnya.
Andreas menegaskan, PMKRI Cabang Medan akan tetap menjalankan perannya sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah. Organisasi akan mendukung setiap kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, namun tetap menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan rakyat.
“PMKRI akan terus mengawal kebijakan publik yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Kritik yang kami sampaikan merupakan bentuk kecintaan terhadap Kota Medan dan upaya memastikan pemerintahan berjalan sesuai prinsip keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada rakyat,” katanya.
Ia menambahkan, PMKRI tidak akan menjadi organisasi yang hanya menjadi penonton terhadap dinamika sosial. Sebaliknya, kader PMKRI diharapkan hadir di tengah masyarakat untuk mendengar aspirasi warga, mengawal jalannya kebijakan publik, serta memastikan suara rakyat tidak diabaikan oleh para pengambil keputusan.
“PMKRI tidak akan menjadi organisasi yang hanya diam dan menonton. Kami akan hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan mereka, mengawal kebijakan publik, dan memastikan suara rakyat tetap mendapat perhatian,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Andreas juga mengajak seluruh kader PMKRI Cabang Medan Santo Bonaventura untuk terus menjaga solidaritas, memperkuat loyalitas organisasi, serta aktif terlibat dalam setiap agenda perhimpunan.
Menurutnya, keberlangsungan organisasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus yang baru dilantik, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh kader agar PMKRI tetap relevan sebagai organisasi perjuangan dan pembinaan kader di tengah perubahan zaman. (rel)
