-->

Sinergi PWPM dan Dinkes Medan Perkuat Edukasi Kesehatan Masyarakat

Sebarkan:

 

Plh Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Henni Savitri, menerima kunjungan silaturahmi Pengurus PWPM yang dikomandoi Muhammad Edison Ginting di kantor instansi tersebut, Selasa (2/6/2026). Istimewa/Hastara.id 
MEDAN, HASTARA.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan membuka peluang kemitraan yang lebih kuat dengan insan pers guna memperluas penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat. Dalam pertemuan dengan Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM), Dinkes juga mengungkap masih tingginya kasus HIV/AIDS yang menjadi salah satu tantangan serius di Kota Medan.

Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, drg. Henni Savitri, MKN, saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus PWPM yang dipimpin Ketua Muhammad Edison Ginting di kantor instansi tersebut, Jalan Rotan, Selasa (2/6/2026).

Henni menegaskan media memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, sinergi dengan wartawan dinilai sangat penting untuk menyampaikan informasi yang akurat terkait program, capaian, serta pelayanan kesehatan yang dijalankan Pemko Medan.

"Kami sangat mengapresiasi kunjungan PWPM. Media merupakan mitra penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami berharap kerja sama yang positif ini terus terjalin, terutama dalam publikasi program dan perkembangan sektor kesehatan di Kota Medan," ujarnya.

Dalam dialog tersebut, Henni memaparkan sejumlah persoalan kesehatan yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah, mulai dari Tuberkulosis (TBC), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, hingga HIV/AIDS.

Menurutnya, HIV/AIDS masih menjadi tantangan besar karena angka kasus yang tergolong tinggi. Penyebaran virus HIV, kata dia, umumnya terjadi melalui penggunaan jarum suntik tidak steril, perilaku seks berisiko, serta penularan dari ibu kepada anak.

"Data kasus HIV paling banyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Martubung, Helvetia, Tuntungan, dan Padang Bulan. Dari tahun 2022 hingga April 2025 tercatat sekitar 13.000 kasus HIV di Kota Medan," ungkap Henni.

Upaya menekan laju penyebaran HIV/AIDS, Dinkes Medan terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi melalui puskesmas serta berkolaborasi dengan berbagai lembaga, di antaranya Medan Plus, Galatea, dan Komisi Penanggulangan AIDS. 

Selain membahas isu kesehatan, Henni memastikan ketersediaan obat-obatan di seluruh puskesmas masih relatif aman meski sesekali terkendala keterlambatan distribusi dari pemasok. Dinkes Medan juga masih dipercaya sebagai penyedia vaksin meningitis bagi calon jemaah haji.

Henni berharap kemitraan dengan PWPM tidak hanya sebatas publikasi, tetapi juga menjadi ruang pertukaran gagasan dan kritik yang konstruktif demi peningkatan kualitas layanan kesehatan.

"Kami berharap PWPM dapat memberikan masukan dan kritik yang membangun serta ikut menyampaikan berbagai informasi positif terkait pelayanan kesehatan kepada masyarakat," katanya.

Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting menjelaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari program kerja organisasi setelah pelantikan pengurus pada 7 Mei 2026. Menurutnya, selain mempererat silaturahmi, pertemuan itu juga bertujuan membangun komunikasi yang lebih efektif antara insan pers dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

"Kami berharap hubungan antara Dinas Kesehatan Kota Medan dan PWPM semakin erat. Sinergi ini penting agar informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dapat tersampaikan secara cepat, akurat, dan berimbang," ujarnya.

Edison juga mendorong Dinkes Medan untuk tetap terbuka terhadap media, khususnya dalam memberikan akses informasi dan konfirmasi atas berbagai isu kesehatan yang berkembang di tengah masyarakat.

"Dengan komunikasi yang baik, kami yakin kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kota Medan," pungkasnya. (rel)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini