Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Lingkungan VIII, Timbul Siahaan, pengurus Sopo Restorasi Bersatu, serta sejumlah tokoh masyarakat. Dalam pemaparannya, Antonius menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan menjadi kunci menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta maraknya penyebaran informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Politisi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan I Kota Medan itu mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
"Sebagai bangsa Indonesia, kita harus selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan dengan berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika demi tercapainya tujuan nasional," ujarnya.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan itu menjelaskan, wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya yang menempatkan persatuan bangsa serta keutuhan wilayah sebagai prioritas utama.
Menurut Antonius, terdapat lima pilar utama yang menjadi fondasi wawasan kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan Wawasan Nusantara.
"Kelima landasan tersebut harus terus dijaga sebagai pedoman memperkuat nasionalisme, persatuan, serta kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.
Pada kesempatan itu, Antonius juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan maupun perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan tindakan kriminal.
Ia mendorong kaum muda untuk terus menuntut ilmu, mengembangkan kreativitas, meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
"Di tengah kemajuan zaman, kita harus mampu beradaptasi, mandiri, terus belajar, dan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif. Hormati orang tua, perkuat ibadah, dan jauhi segala bentuk pergaulan yang merusak masa depan," pesannya.
Selain itu, Antonius menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pendidikan pertama berasal dari lingkungan rumah melalui kasih sayang, perhatian, dan pengawasan orang tua sehingga anak memiliki karakter disiplin, mandiri, serta tidak mudah terpengaruh dampak negatif lingkungan maupun media sosial.
Kegiatan Wasbang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian suvenir, nasi kotak, dan kue kepada seluruh peserta yang hadir. (rel)
