-->

Berawal Dari Pipa Berbahaya, Jembatan Gantung Garuda Kini Mengembalikan Senyum Warga Sukadamai

Sebarkan:

 

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menggunting pita sebagai tanda peresmian Jembatan Gantung Garuda di Jalan Adi Sucipto Gang Damai, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (28/7/2026). Hasby/Hastara.id
Pagi itu, tepuk tangan dan senyum merekah memenuhi bantaran Sungai Deli di Jalan Adi Sucipto Gang Damai, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (28/7/2026). Bagi sebagian orang, peresmian Jembatan Gantung Garuda mungkin hanya sebuah seremoni. Namun bagi ratusan warga, terutama anak-anak sekolah, momen itu menjadi akhir dari rasa cemas yang selama ini mereka pendam setiap kali harus menyeberangi sungai.

HASBY, Medan

Tak ada lagi langkah-langkah kecil yang harus bertaruh nyawa di atas pipa besi sempit setinggi sekitar 15 meter dari permukaan Sungai Deli. Tak ada lagi orang tua yang hanya bisa berdoa saat anak-anak mereka berangkat sekolah melalui jalur yang setiap saat mengancam keselamatan. Kini, sebuah jembatan gantung sepanjang 35 meter dengan lebar 1,5 meter berdiri kokoh, menghubungkan harapan yang sempat terputus.

Peresmian dilakukan langsung Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, disambut sorak bahagia warga yang sejak pagi memadati lokasi.

Mayjen Hendy Antariksa mengatakan, pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan akses yang aman dan layak.

"Awalnya pembangunan ini berangkat dari sebuah berita yang viral. Kami memilih mengambil sisi positif dari media sosial. Kami bekerja untuk masyarakat. Kalau ada kebutuhan serupa, laporkan kepada Dandim dan berkoordinasi dengan Pak Wali Kota. Selama memang dibutuhkan masyarakat, kita akan bangun agar aktivitas dan roda ekonomi berjalan lancar," ujarnya.

Pembangunan jembatan tersebut juga merupakan bagian dari program nasional pembangunan 6.000 jembatan yang diinisiasi Presiden Prabowo. Hingga kini, Kodam I/Bukit Barisan telah membangun 323 jembatan di wilayah Sumatera.

Jembatan Gantung Garuda dibangun selama 51 hari dengan melibatkan sekitar 20 personel TNI AD, Pemerintah Kota Medan, dan masyarakat setempat. Struktur jembatan dirancang mampu menahan beban hingga empat ton.

Ia pun mengingatkan warga agar menggunakan jembatan secara tertib dan ikut menjaga fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

"Kalau ada kerusakan atau persoalan teknis, segera sampaikan kepada kami. Semoga jembatan ini bermanfaat bagi masyarakat sepanjang masa," katanya sebelum meresmikan jembatan yang disambut riuh tepuk tangan warga.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas diabadikan bersama puluhan ibu-ibu di Kelurahan Sukadamai usai meresmikan Jembatan Gantung Garuda, Selasa (28/7/2026). Hasby/Hastara.id 

Jawaban Atas Kegelisahan 

Bagi Wali Kota Medan Rico Waas, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi jawaban atas kegelisahan yang sempat menjadi perhatian publik beberapa bulan lalu.

Ia masih mengingat bagaimana video anak-anak sekolah yang berjalan di atas pipa besi viral pada April 2026. Pemandangan itu membuat banyak orang terenyuh.

"Yang membuat kami bergerak adalah ketika melihat anak-anak harus menyeberang lewat pipa yang sangat membahayakan. Kami langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisinya. Setelah dipelajari, termasuk persoalan lahannya, akhirnya pembangunan bisa segera dilakukan. Alhamdulillah, hari ini sudah bisa dimanfaatkan masyarakat," ujar Rico.

Ia menjelaskan, jembatan lama yang merupakan peninggalan era kolonial Belanda sebelumnya menjadi jalur penghubung penting bagi warga di Kecamatan Medan Polonia, Medan Maimun, hingga Medan Johor. Namun, setelah rusak akibat banjir besar pada 2024, akses warga terputus dan mereka terpaksa menggunakan jalur darurat yang membahayakan. Kini, ketiga wilayah itu kembali terhubung melalui Jembatan Gantung Garuda.

Rasa syukur paling tulus justru datang dari warga. Sejumlah ibu rumah tangga tampak tak kuasa menyembunyikan kebahagiaan. Mereka bahkan berebut mengabadikan momen bersama pangdam dan wali kota.

"Terima kasih Pak Rico dan Pak Pangdam yang sudah membangun Jembatan Garuda. Kami janji akan menjaga jembatan ini. Kalau bisa dipasang juga CCTV supaya besinya tidak dicuri," ujar Kusuma, warga setempat, didampingi Ibu Leli dan warga lainnya.

Beberapa bulan lalu, wajah-wajah anak sekolah yang berjalan perlahan di atas pipa besi menjadi simbol keterbatasan akses yang memprihatinkan. Hari ini, wajah yang sama tampak dipenuhi senyum saat mereka melintasi jembatan baru dengan langkah yang lebih tenang.

Di atas bentangan Jembatan Gantung Garuda, bukan hanya dua sisi Sungai Deli yang kembali tersambung. Lebih dari itu, harapan, rasa aman, dan masa depan anak-anak Sukadamai kini ikut terhubung oleh sebuah jembatan yang lahir dari gotong royong, kepedulian, dan respons cepat terhadap jeritan masyarakat. (*)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini