-->

Pemprov Sumut Dalami Kelangkaan Semen, Waspadai Penimbunan dan Permainan Distribusi

Sebarkan:

 

Kadisperindag ESDM Sumut, Dedi JP Harahap (tengah) didampingi Kepala Perum Bulog Wilayah Sumut, Budi Cahyanto dan Kepala BPTN Medan, Friendy Negarawan diwawancara wartawan pada Selasa, 28 April 2026. Hasby/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan semen yang diikuti lonjakan harga di sejumlah daerah. Disperindag ESDM kini mendalami penyebab terganggunya pasokan sekaligus memperketat pengawasan distribusi dan harga di lapangan.

Kepala Disperindag dan ESDM Sumut, Dedi Jaminsyah Putra (DJP) Harahap, mengatakan pihaknya telah menerima berbagai laporan mengenai sulitnya masyarakat memperoleh semen. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat pembangunan rumah, proyek konstruksi, hingga aktivitas dunia usaha jika tidak segera ditangani.

"Pemprov Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM mencermati keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan kenaikan harga semen di sejumlah wilayah. Kami memahami kondisi ini berdampak terhadap masyarakat, pelaku usaha, serta kegiatan pembangunan," ujar DJP Harahap, Jumat (24/7/2026).

Sebagai langkah awal, Disperindag dan ESDM Sumut langsung berkoordinasi dengan produsen semen, distributor, serta pemerintah kabupaten/kota untuk memetakan persoalan dan mengidentifikasi penyebab terganggunya pasokan.

Berdasarkan hasil pemantauan awal, terdapat indikasi gangguan pada rantai distribusi yang menyebabkan pasokan semen ke tingkat pengecer menurun. Meski demikian, pemerintah belum menyimpulkan penyebab utama karena proses pendalaman masih terus dilakukan bersama seluruh pihak terkait.

"Saat ini kami telah melakukan koordinasi dengan produsen, distributor, serta pemerintah kabupaten/kota untuk mengidentifikasi penyebab utama terganggunya pasokan. Berdasarkan informasi awal di sejumlah daerah, terdapat indikasi gangguan pada rantai distribusi dan berkurangnya pasokan ke tingkat pengecer. Namun demikian, penyebab pastinya masih terus kami dalami bersama seluruh pihak terkait," ujarnya.

Selain mengusut penyebab kelangkaan, Disperindag dan ESDM Sumut juga mengintensifkan pengawasan terhadap ketersediaan stok dan perkembangan harga semen di pasaran. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan distribusi kembali berjalan normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

DJP Harahap menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi praktik-praktik yang dapat memperparah kondisi, seperti penimbunan, pembatasan distribusi secara tidak wajar, maupun pelanggaran lain yang memicu kelangkaan dan lonjakan harga.

"Kami juga akan melakukan pemantauan intensif terhadap stok dan harga di lapangan untuk memastikan tidak terjadi praktik penimbunan, pengurangan distribusi secara tidak wajar, maupun bentuk pelanggaran lainnya. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, tentu akan dikoordinasikan dengan instansi berwenang dan aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Ia menambahkan, Pemprov Sumut berkomitmen menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga semen agar aktivitas pembangunan masyarakat maupun sektor usaha tidak terganggu dalam jangka panjang.

"Prinsipnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen menjaga kelancaran distribusi, menjamin ketersediaan barang, serta mengupayakan agar harga semen kembali stabil sehingga aktivitas pembangunan masyarakat tidak terganggu," katanya.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian semen secara berlebihan yang berpotensi memperparah kondisi di lapangan. DJP Harahap memastikan pemerintah akan terus memantau perkembangan dan menyampaikan informasi secara terbuka kepada publik.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Kami akan terus menyampaikan perkembangan penanganan kondisi ini secara terbuka," pungkasnya. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini