Kegiatan tersebut diikuti seluruh pegawai sebagai upaya membangun budaya kerja yang mengedepankan aspek keselamatan bagi tenaga kesehatan maupun pasien.
Wakil Direktur Bagian Umum dan Keuangan RSUD Tarutung, Dortianna Simanjuntak, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa penerapan K3RS merupakan bagian penting dalam menjaga mutu pelayanan rumah sakit. Menurutnya, keselamatan kerja tidak hanya berkaitan dengan perlindungan pegawai, tetapi juga menjamin keamanan pasien, keluarga pasien, hingga seluruh pengunjung rumah sakit.
"Seluruh pegawai harus mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan selalu mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas," ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Ketua K3RS RSUD Tarutung dr Annisa bersama Hornida Sinurat dari Kelompok Kerja Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) memaparkan berbagai materi, mulai dari identifikasi potensi bahaya di lingkungan kerja, pengendalian risiko, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, hingga pentingnya keterlibatan seluruh pegawai dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.
Manajemen RSUD Tarutung berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh pegawai terhadap penerapan K3RS sebagai salah satu pilar utama peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Dengan penerapan K3RS yang konsisten, RSUD Tarutung optimistis dapat mewujudkan lingkungan kerja yang aman, nyaman, profesional, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang unggul, berkualitas, dan semakin dipercaya masyarakat. (os)
