MEDAN, HASTARA.ID — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengultimatum pelaksana pembangunan drainase di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, agar tidak mengabaikan keselamatan masyarakat maupun pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung.
Peringatan itu disampaikan Rico usai meninjau langsung pembangunan drainase menggunakan metode U-Ditch sepanjang 714 meter di Jalan Bhayangkara, Selasa (29/9) sore. Selain memastikan kualitas pekerjaan, Rico menyoroti aspek keselamatan setelah mendapat informasi adanya warga yang terjatuh ke dalam parit di sekitar lokasi proyek.
Informasi dari warga menyebutkan, sedikitnya dua orang telah terjatuh dan masuk ke dalam parit selama pekerjaan berlangsung. Kondisi tersebut terjadi ketika hujan dengan intensitas cukup tinggi menyebabkan genangan di sekitar area proyek dan badan jalan.
Situasi itu bahkan membuat sejumlah pemilik usaha di sekitar lokasi berinisiatif memasang meja dan kursi sebagai pembatas darurat untuk mencegah pengendara maupun pejalan kaki melintas di titik yang dianggap membahayakan.
Mendapat laporan tersebut, Rico meminta pelaksana proyek tidak menunggu terjadi korban berikutnya. Ia menginstruksikan agar titik-titik rawan segera diberi rambu dan pembatas yang memadai sehingga masyarakat dapat mengetahui area yang sedang dikerjakan.
"Pasang rambu-rambu di sekitar area proyek yang dianggap membahayakan. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena pekerjaan ini," tegas Rico.
Rico juga meminta pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara terkoneksi dan tidak dikerjakan secara parsial. Menurutnya, pola kerja yang tidak terkoordinasi dapat mengganggu aktivitas masyarakat, pemilik usaha, maupun kelancaran arus lalu lintas di sepanjang Jalan Bhayangkara.
"Jangan dikerjakan secara parsial. Harus terkoneksi, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat, pemilik usaha maupun pengguna jalan," ujarnya.
Menurut Rico pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya mengejar target penyelesaian fisik. Keselamatan masyarakat yang berada di sekitar lokasi pekerjaan harus menjadi perhatian utama sejak pekerjaan dimulai hingga proyek selesai.
"Keselamatan masyarakat harus diperhatikan. Jangan sampai pembangunan untuk mengatasi masalah justru menimbulkan masalah baru," tegasnya.
![]() |
| Warga menyampaikan langsung aspirasi kepada Wali Kota Medan, Rico Waas bahwa sepanjang pemasangan U-Ditch dilakukan sudah dua orang terjatuh ke dalam parit. Hasby/Hastara.id |
Tiang Listrik Masuk Jalur U-Ditch
Selain keselamatan, Rico pun menemukan persoalan teknis lain dalam pembangunan U-Ditch tersebut. Sejumlah tiang listrik berada di jalur drainase yang akan dikerjakan. Kondisi ini membutuhkan koordinasi dengan PT PLN agar tiang dapat ditangani atau digeser sehingga pemasangan U-Ditch dapat dilakukan secara optimal tanpa mengganggu jaringan kelistrikan maupun membahayakan masyarakat.
"Kenapa saya atensi, sebab di Jalan Bhayangkara ini terdapat titik-titik tiang listrik berada di drainase yang akan dikerjakan. Sehingga diperlukan koordinasi dengan pihak PLN agar dapat menggeser tiang listrik tersebut, sehingga U-Ditch dapat dipasang dengan baik," katanya didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan Khairul Azmi, Kadis Kominfo Arrahman Pane, Camat Medan Tembung serta tim pelaksana pembangunan drainase.
Rico terlihat memantau langsung pemasangan U-Ditch sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan. Ia meminta setiap persoalan teknis di lapangan segera dikoordinasikan dan diselesaikan agar tidak menghambat pekerjaan. Menurutnya, keberadaan tiang listrik pada jalur drainase tidak boleh dibiarkan menjadi persoalan yang menghambat pembangunan. Koordinasi antara Pemko Medan, pelaksana pekerjaan dan PLN harus dilakukan agar pekerjaan tetap berjalan dengan memperhatikan keamanan jaringan listrik dan konstruksi drainase.
Minimalisir Banjir
Rico menjelaskan, pembangunan drainase sepanjang 714 meter tersebut merupakan bagian dari upaya Pemko Medan mengatasi persoalan genangan yang selama ini terjadi di Jalan Bhayangkara. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kawasan tersebut dapat mengalami banjir ketika hujan berintensitas tinggi turun dalam waktu sekitar satu jam.
"Karena menurut laporan yang saya terima, apabila hujan satu jam dengan intensitas tinggi, Jalan Bhayangkara ini banjir. Untuk itu setelah normalisasi drainase, dampak banjir terhadap warga dapat teratasi," ujarnya.
Karenanya ia meminta kualitas pekerjaan tidak dikorbankan demi mengejar kecepatan penyelesaian. Pemasangan U-Ditch harus dilakukan sesuai perencanaan agar mampu meningkatkan fungsi drainase dan memperlancar aliran air sekaligus keamanan bagi warga serta pengguna jalan.
Pemko Medan, lanjut Rico, akan terus memantau berbagai pekerjaan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya pembangunan dan normalisasi drainase di kawasan yang selama ini rawan genangan.
Sebelumnya Rico bersama rombongan juga meninjau normalisasi drainase di Jalan Makmur, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat. Di lokasi tersebut, alat berat milik Dinas SDABMBK terlihat melakukan pengorekan parit yang mengalami sedimentasi. Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu persoalan yang menyebabkan kawasan tersebut kerap tergenang ketika hujan deras. (has)

