KARO, HASTARA.ID — Erupsi Gunung Sinabung kembali menguji ketahanan pertanian di Kabupaten Karo. Abu vulkanik yang menyelimuti sejumlah wilayah memang sempat mengganggu aktivitas warga dan mengotori tanaman, namun hingga kini dampaknya terhadap sektor pertanian belum sampai menimbulkan kerusakan parah maupun gagal panen.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara memastikan kondisi pertanian di Kabupaten Karo masih relatif aman setelah erupsi Gunung Sinabung pada Senin (31/8/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung, mengatakan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan tanaman pangan dan hortikultura milik petani tidak mengalami kerusakan serius akibat paparan abu vulkanik.
“Data sampai dengan saat ini tidak ada kerusakan parah akibat abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo,” kata Fariz.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, luas areal pertanian di Kabupaten Karo mencapai sekitar 1.832 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1.677 hektare lahan pertanian dilaporkan mulai pulih setelah terdampak abu vulkanik.
Fariz menegaskan, tanaman pangan dan hortikultura yang terkena abu sejauh ini belum menunjukkan kerusakan yang mengarah pada kegagalan panen.
“Untuk komoditas pangan dan hortikultura sejauh ini masih aman dan tidak mengalami kerusakan. Hanya terkena abu vulkanik, tidak sampai mengalami kerusakan, apalagi sampai gagal panen,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah tidak ingin menganggap kondisi tersebut sebagai persoalan yang telah selesai. Pemantauan terhadap tanaman petani terus diperketat mengingat aktivitas Gunung Sinabung masih berpotensi mengalami erupsi susulan.
Petugas Lapang Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dikerahkan untuk memantau langsung kondisi pertanaman di lapangan. Pemerintah juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Karo serta para penyuluh untuk memperbarui data mengenai lahan dan tanaman yang terdampak.
“POPT terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Karo dan penyuluh terkait data yang terkena bencana erupsi Gunung Sinabung, termasuk kerusakan pada tanaman,” kata Fariz.
Tak hanya melakukan pemantauan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut juga mengirimkan bantuan peralatan misblower ke Kabupaten Karo. Alat tersebut digunakan untuk membantu membersihkan abu vulkanik yang menempel pada tanaman petani.
“Kita juga telah mengirimkan alat misblower untuk digunakan petugas di lapangan membantu petani membersihkan abu vulkanik yang mengenai tanaman petani,” ucapnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga produktivitas pertanian Karo agar tidak terganggu berkepanjangan akibat aktivitas vulkanik.
Fariz mengatakan, posko-posko pemantauan di sekitar kawasan Gunung Sinabung juga masih beroperasi. Pemerintah terus mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi susulan sekaligus memonitor dampaknya terhadap masyarakat dan lahan pertanian.
“Kita berharap erupsi Gunung Sinabung berhenti dan aktivitas pertanian tetap berjalan dengan sebaik-baiknya di Kabupaten Karo,” pungkasnya. (has)
