Di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas, Pemko Medan membangun drainase menggunakan U-Ditch sepanjang sekitar 670 meter dengan dimensi sekitar 160 sentimeter. Saluran tersebut dirancang untuk memperlancar aliran air hingga terhubung ke Sungai Baderah.
Pembangunan ini pun mendapat sambutan positif dari warga yang selama ini menghadapi persoalan genangan, terutama ketika hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Perwakilan warga Bumi Asri, Hermansyah, mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan drainase tersebut. Menurutnya, persoalan drainase di kawasan itu telah berlangsung cukup lama dan baru kini mendapat tindak lanjut hingga tahap pembangunan.
"Sudah beberapa wali kota, eksekusinya berhasil pas di tangan Pak Wali Rico. Untuk itu atas nama warga, mengucapkan terima kasih dan sujud syukur atas dibangunnya drainase ini," ujar Hermansyah kepada wartawan, Selasa (29/9).
Ia berharap pembangunan saluran drainase tersebut benar-benar memberikan dampak bagi warga Bumi Asri, sekaligus menjadi solusi terhadap persoalan banjir yang selama ini mereka hadapi.
"Kami sangat-sangat berterima kasih. Mudah-mudahan ini menjadi amal kita semua, menjadi amal pak wali," katanya.
![]() |
| Wali Kota Medan Rico Waas memberikan instruksi ke pelaksana proyek yang sedang bekerja memasang U-Ditch di Komplek Bumi Asri. Istimewa/Hastara.id |
Wali Kota Rico Waas dalam kesempatan yang sama mengatakan pembangunan drainase merupakan bagian dari upaya Pemko Medan menghadirkan solusi atas persoalan genangan yang terjadi di kawasan Bumi Asri.
Menurut Rico, kapasitas dan konektivitas saluran menjadi perhatian utama agar air tidak kembali menggenang saat hujan deras.
"Ini bukan hanya pembangunan pemerintah, tetapi bersama-sama dengan masyarakat. Kita bangun bersama dan mudah-mudahan dampaknya juga dirasakan bersama," ujarnya.
Rico mengatakan, pembangunan drainase tersebut membutuhkan dukungan masyarakat, termasuk dalam penataan sejumlah bangunan warga yang berada di jalur pembangunan. Pemko Medan, kata dia, akan melakukan penertiban dan relokasi secara persuasif terhadap bangunan yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan saluran dapat berjalan optimal dan koneksi drainase menuju Sungai Baderah tidak terputus.
Didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Khairul Azmi, Kepala Dinas Kominfo Arrahman Pane, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Surya Syahputra, Kabag Umum Muhammad Ridho Siregar, Kabag Prokopim Arafat Syam, Camat Medan Helvetia serta sejumlah lurah, Rico memastikan pembangunan drainase tersebut terus dikawal.
Pekerjaan ditargetkan berlangsung hingga akhir 2026. Pemko Medan juga terus berkoordinasi dengan warga yang bangunannya terdampak untuk memastikan proses relokasi dapat dilakukan secara baik dan pekerjaan fisik segera berjalan optimal.
Dengan pembangunan tersebut, Pemko Medan berharap persoalan genangan di Bumi Asri tidak lagi menjadi persoalan yang terus berulang setiap musim hujan, sekaligus memperbaiki sistem drainase dan aliran air di kawasan Medan Helvetia. (has)

