-->

Tembok SMAN Unggulan Sukma Nias Roboh, Disdik Sumut Pastikan Bukan Gagal Konstruksi

Sebarkan:

 

Bagian tembok pembangunan SMAN Unggulan Sukma Nias di Desa Faekhu, Gunungsitoli, mengalami kerusakan setelah tersenggol bucket excavator saat pekerjaan penimbunan tanah. Disdik Sumut memastikan kerusakan sepanjang sekitar 32 meter tersebut bukan akibat persoalan spesifikasi konstruksi dan akan dibangun kembali oleh pihak ketiga sesuai kontrak. Istimewa/Hastara.id 
MEDAN, HASTARA.ID — Robohnya tembok pembangunan SMAN Unggulan Sukma Nias di Desa Faekhu, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, sempat memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut.

Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara memastikan kerusakan itu bukan disebabkan persoalan spesifikasi maupun kualitas konstruksi. Tembok yang roboh terjadi setelah bagian konstruksi tersebut tersenggol bucket excavator yang tengah digunakan untuk pekerjaan penimbunan tanah di sekitar kawasan sekolah.

Insiden itu terjadi pada Sabtu (25/8/2026). Saat kejadian, pekerjaan penimbunan di area asrama putra sedang berlangsung dengan ketinggian timbunan mencapai sekitar dua meter. Pegawai Dinas Pendidikan Sumut, Faisal, mengatakan bagian tembok yang terkena alat berat memang belum sepenuhnya kering sehingga mengalami kerusakan ketika tersenggol bucket excavator.

“Bukan roboh, tapi hanya retak bagian DPT-nya karena kena bucket excavator. Di area Asrama Putra sedang dilakukan pekerjaan penimbunan setinggi dua meter,” kata Faisal kepada awak media, Kamis malam (3/9/2026). 

Menurut dia, kondisi medan di sekitar lokasi juga membuat pekerjaan penimbunan menggunakan alat berat tidak mudah dilakukan. Akibatnya, bucket excavator secara tidak sengaja mengenai bagian tembok yang baru selesai dibangun.

Faisal menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keberlangsungan pembangunan SMAN Unggulan Sukma Nias.

Pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut, kata dia, akan bertanggung jawab membongkar bagian yang terdampak dan membangunnya kembali sesuai kualitas serta spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.

“Setelah kami koordinasi dengan pengawas, hal tersebut tidak menimbulkan masalah. Pihak ketiga akan membangun kembali tembok yang tidak sengaja roboh karena terkena alat berat saat melakukan penimbunan di sekitar lokasi,” ujarnya.

Adapun bagian pagar yang terdampak memiliki panjang sekitar 32 meter.

“Pagar yang terkena bucket itu tetap akan dirobohkan dan akan dibangun kembali dengan kualitas yang sama dengan kontrak pembangunan,” imbuh Faisal.

Diawasi Ketat

Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias merupakan proyek strategis dengan nilai anggaran mencapai Rp87,34 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara.

Besarnya nilai proyek membuat Dinas Pendidikan Sumut memastikan proses pembangunan mendapat pengawasan lebih ketat, terutama agar kualitas pekerjaan tidak dikompromikan. Siap mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pekerjaan konstruksi yang dilakukan tidak sesuai ketentuan.

Pengawasan tersebut dinilai penting karena pembangunan SMAN Unggulan Sukma Nias merupakan bagian dari program prioritas Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution untuk memperkuat kualitas pendidikan di Kepulauan Nias.

“Pembangunan ini merupakan bagian penting dari program Gubernur Sumatera Utara. Karena itu, kami akan melakukan pengawasan secara ketat,” kata Faisal.

Dinas Pendidikan Sumut memastikan setiap tahapan pembangunan harus dikerjakan sesuai kontrak dan standar teknis yang telah ditetapkan. Hal itu dilakukan agar pembangunan fasilitas pendidikan dengan anggaran besar tersebut tidak sekadar selesai secara fisik, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya bagi masyarakat Kepulauan Nias dan Kota Gunungsitoli. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini