-->

Jejak Kereta Api di Balik Tumbuhnya Perekonomian Kota Binjai

Sebarkan:

 




jalur Medan–Timbang Langkat dibuka sejak tahun 1887. (Hastara.id / Istimewa)



PEMATANGSIANTAR, HASTARA.ID — Sebelum Binjai tumbuh menjadi salah satu kota yang terhubung kuat dengan Medan, perjalanan perkembangan wilayah itu telah lebih dulu ditandai oleh hadirnya jalur kereta api. Rel yang awalnya dibangun untuk kepentingan perkebunan kini justru menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat setiap hari.


Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa Stasiun Binjai memiliki sejarah panjang sejak era kolonoial Belanda. Stasiun tersebut awalnya dikenal sebagai Stasiun Timbang Langkat setelah Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) memperoleh konsesi pembangunan jalur kereta api pada 23 Januari 1883.


“DSM diberi izin membangun jalur kereta api antara Medan, Deli Tua, dan berakhir di Stasiun Timbang Langkat dengan jarak 20,8 kilometer,” ujar Anwar.


Hingga 1930-an, nama Timbang Langkat masih digunakan. Setelah nasionalisasi DSM pascakemerdekaan, stasiun tersebut kemudian dikenal sebagai Stasiun Binjai. Menurut Anwar, tidak terdapat arsip resmi yang memastikan kapan perubahan nama itu dilakukan.


Pada masa awalnya, jalur tersebut berkaitan erat dengan pengangkutan komoditas perkebunan seperti tembakau dan lada. Bahkan, jaringan rel kemudian berkembang menuju Selesai, Kuala hingga Besitang.


Kini fungsinya berubah. Melalui KA Srilelawangsa, Stasiun Binjai menjadi simpul perjalanan warga menuju Medan dengan tarif Rp5.000. Jumlah penumpang harian bahkan mencapai 9.985 orang pada hari kerja.


“Peran Stasiun Binjai telah bergeser, dari dulunya melayani angkutan perkebunan, sekarang menjadi pendukung mobilitas harian masyarakat Kota Binjai,” kata Anwar.


Bagi KAI, perubahan fungsi tersebut memperlihatkan bahwa rel bukan sekadar peninggalan masa lalu. Infrastruktur yang dibangun untuk kepentingan perkebunan itu kini tetap hidup sebagai bagian dari aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.


KAI juga menyatakan komitmennya menjaga nilai sejarah Stasiun Binjai sebagai bangunan cagar budaya sekaligus mempertahankan keandalan layanan kereta api. (Tra)



Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini