-->

Presiden Prabowo Resmikan 38 Proyek Kelistrikan Nasional, Salah Satunya PLTA Asahan 3

Sebarkan:

 

RESMIKAN: Pj Gubsu Agus F bersama Forkopimda Sumut, Forkopimda Kabupaten Asahan dan Toba, serta para petinggi PLN mengikuti secara daring peresmian PLTA Asahan 3 di Desa Tangga, Aek Songsongan, Senin (20/1/2025), yang dilakukan Presiden RI, Prabowo Subianto dari Jawa Barat. Istimewa/Hastara.id

ASAHAN, HASTARA.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3 bersamaan dengan proyek-proyek ketenagalistrikan nasional lainnya pada Senin, 20 Januari 2025 dari lokasi PLTA Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Seluruhnya terdapat 37 proyek ketenagalistrikan nasional yang tersebar di 18 provinsi yang diresmikan oleh presiden, dan menjadi peresmian terbesar di dunia. 

"Energi sangat vital, kita punya sumber alam yang cukup besar, dan kita sekarang punya kemampuan untuk melakukan transformasi ini. Untuk itu saya kira kita sekarang ini menjadi salah satu (negara) di dunia yang mungkin termasuk paling maju di bidang transformasi energi menjadi energi terbarukan," kata Prabowo. 

Tentunya hal tersebut merupakan kebanggaan dari hasil kerja keras seluruh bangsa Indonesia. Selain PLTA, secara bersamaan dilaksanakan peresmian proyek strategis ketenagalistrikan yang berupa gardu induk hingga jaringan listrik.

Pusat Energi Terbarukan

Penjabat Gubernur Sumatera Utara, Agus F, pada kesempatan itu menyebut dengan sumber daya alam yang sangat besar, Sumut punya peluang jadi pusat sumber energi terbarukan di Indonesia.

"Sumut mempunyai peluang yang sangat besar untuk jadi pusat sumber energi terbarukan di Indonesia, mengingat Sumut memiliki sumber daya alam tenaga surya, air, angin dan lainnya," kata dia saat menghadiri peresmian PLTA Asahan 3 di kawasan Intake Weir PLTA Asahan 3, Desa Tangga, Aek Songsongan, Asahan.

Agus F juta menyebut PLTA Asahan 3 sebagai kebanggaan Sumut. Menurutnya, banyak hal yang bisa dibanggakan mulai dari proses pembangunan tercepat, metode pembangunan yang baru hingga manfaatnya yang besar bagi masyarakat. Sebagai informasi, nantinya PLTA Asahan 3 dapat menyalurkan aliran listrik untuk kurang lebih 113.769 rumah.

"Kami apresiasi pembangunan PLTA ini, banyak hal yang membanggakan, PLTA ini jadi kebanggaan kita bersama, tidak hanya untuk Sumut tapi juga Indonesia, mudah-mudahan jadi percontohan pembangunan PLTA di Indonesia," kata dia. 

Agus F turut menyinggung capaian penurunan kemiskinan di Sumut. Di Indonesia, Sumut termasuk provinsi dengan penurunan terbesar bahkan mencapai hingga 10 kali lipat.

"Ini adalah bentuk kerjasama kita semua, termasuk pembangunan PLTA yang menyerap tenaga kerja, ini tentu berdampak pada penurunan angka kemiskinan," ungkap dia. 

Pembangunan Tercepat

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, Wiluyo Kusdwiharto, mengatakan PLTA Asahan mulai dibangun sejak 2019 dan selesai 2024. Biasanya pembangunan PLTA bisa memakan waktu 7 hingga 10 tahun namun PLTA Asahan III mampu dibangun selama 5 tahun.

"Pembangunan PLTA ini jadi pembangunan PLTA yang mungkin salah satu tercepat di Indonesia, ini dimungkinkan kalau terjadi kerjasama, kolaborasi antara PLN, kontaktor, dan pemerintah daerah, tanpa adanya kolaborasi mustahil proyek sebesar ini bisa kita selesaikan dalam waktu lima tahun," kata Wiluyo.

Sebagai informasi, PLTA Asahan 3 memiliki kapasitas 2x87 MW. Proyek PLTA ini merupakan yang pertama menerapkan System Building Information Modelling. PLTA ini juga mengurangi emisi kurang lebih 688.610 ton/tahun.

"Tidak hanya menghasilkan energi listrik, PLTA ini juga mampu mengairi irigasi sawah di sekitar lokasi PLTA," ucap Wiluyo.

Turut hadir Wakapolda Sumut Ronny Samtana, Bupati Toba Poltak Sitorus dan Bupati Asahan, Surya. (*/rel)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini