-->

Golkar Sumut Soal Dinamika Penjadwalan Musda: Belum Ada Instruksi DPP

Sebarkan:

 

Sekretaris Golkar Sumut, Dato Ilhamsyah. Istimewa/Hastara.id

MEDAN, HASTARA.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) menanggapi isu yang berkembang terkait dinamika penjadwalan Musyawarah Daerah (Musda). 

Sekretaris DPD Golkar Sumut, Ilhamsyah, menegaskan hingga saat ini belum ada instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) paetai mengenai jadwal pelaksanaan Musda.

"Sampai dengan saat ini, belum ada instruksi dari DPP Golkar mengenai jadwal Musda DPD Golkar Sumut," katanya, Kamis (21/3).

Ia memastikan ketika jadwal Musda sudah ditentukan, DPD Golkar Sumut akan menyampaikan informasi tersebut secara resmi kepada publik.

Dinamika dan Isu 

Menjelang Musda, Ilhamsyah mengakui dinamika politik dan berbagai isu yang mencoba menjatuhkan seseorang adalah hal yang lumrah. Bahwa dalam politik selalu ada pihak yang mencoba menciptakan manajemen konflik untuk menjatuhkan sosok pemimpin.

"Biasa itu dalam berpolitik, dinamika dan isu mengenai kejelekan seseorang akan muncul," ujarnya.

Namun ia menekankan Golkar adalah partai yang menjunjung tinggi nilai demokrasi. Setiap kader memiliki hak untuk mencalonkan diri dalam pemilihan ketua DPD.

"Golkar adalah partai yang mengedepankan demokrasi, dan hak setiap kader untuk ikut dalam pencalonan," ujar pria yang akrab disapa Dato.

Ia mengatakan penjaringan ketua DPD Golkar bukan hal yang mudah. Para calon tidak bisa muncul begitu saja melainkan harus memiliki pengalaman dalam berpartai.

"Jadi terlampau prematur jika menyebut siapa yang akan maju sebagai bakal calon. Musda itu harus dipikirkan untuk kepentingan partai ke depan, bukan berdasarkan individu semata," katanya. 

Dato menilai hingga kini belum ada figur yang mampu menandingi kepemimpinan Musa Rajekshah (Ijeck) sebagai ketua Golkar Sumut. Ia menegaskan keberhasilan partai dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 menjadi bukti nyata kepemimpinan Ijeck. Dato juga menanggapi adanya pihak-pihak yang mencoba menjatuhkan Ijeck dengan menyebarkan opini negatif. Menurutnya, hal seperti itu wajar terjadi dalam dunia politik.

"Hal biasa itu. Jika ada yang tidak masuk dalam kepengurusan pasti akan berkomentar negatif dan sibuk menjelek-jelekkan orang lain," ungkapnya.

Ia menambahkan selama kepemimpinan Ijeck, DPD Golkar Sumut tidak pernah mendapatkan teguran dari DPP, baik secara lisan maupun tertulis.

"Saya sendiri sudah lama di Golkar dan belum pernah ada teguran dari DPP kepada Musa Rajekshah. Artinya kepemimpinan beliau berjalan baik dan sudah terbukti," pungkasnya. (rel)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini