![]() |
Wali Kota Rico Waas memberi arahan kepada camat dan sekcam Medan Polonia saat sidang pada Kamis (20/3) lalu. Istimewa/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Camat Medan Polonia Irfan Asardi Siregar akhirnya dinonaktifkan dari jabatannya, pasca kelakuan indisplinernya diketahui langsung Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas saat inspeksi mendadak, Kamis (20/3).
"Intinya sampai sekarang beliau kita nonaktifkan sementara agar nantinya jelas apa yang harus dilakukan," kata Rico Waas menjawab wartawan usai menghadiri buka puasa bersama di Prananda Surya Paloh (PSP) Centre Jalan Sudirman Medan, Senin malam (24/3).
Sebenarnya, menurut wali kota, ia tidak mau sembarangan mencopot pejabatnya, karena itu meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
"Jadi kita dalam pemerintahan kita juga tidak asal-asal main copot, tapi harus ada proses yang kita laksanakan juga, ini kan disesuaikan dengan cara kita bernegara juga," ucapnya.
Termasuk sanksi tegas terhadap Lurah Tegal Sari Mandala (TSM) III, Kecamatan Medan Denai, Ibnu Ridelsa, yang telah dinonaktifkan dan sedang diperiksa Inspektorat.
"Iya sama (Ibnu Ridelsa), sedang diperiksa, dinonaktifkan juga," tutupnya.
Sikap tegas dan tak kenal kompromi yang ditunjukkan Wali Kota Rico Waas terhadap para aparaturnya ini, semata-mata untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima. Makanya saat sidak pekan lalu, baik ke kantor Camat Medan Polonia maupun kantor Kelurahan Tegal Sari Mandala III, ia ingin memastikan secara langsung pelayanan publik yang diberikan camat dan lurah sebagai ujung tombak dalam sektor ini, sudah berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Dalam sidak di kedua sentra pelayanan publik itu pekan lalu, Rico Waas mendapati bahwa camat dan lurah tidak berada di tempat hingga tengah hari. Didapati informasi dari jajarannya di sana pula, baik camat dan lurah kerap masuk kantor pada siang hari. Kondisi ini menambah keyakinan Rico Waas untuk mengambil keputusan mencopot jabatan mereka, sembari menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh dari pihak Inspektorat.
Mengenai pelayanan publik yang prima, dalam setiap forum atau kegiatan, Wali Kota Rico Waas menegaskan bahwa sektor tersebut menjadi fokus Pemko Medan dalam lima tahun mendatang. Baginya sektor layanan publik menjadi bagian penting pembangunan selain infrastruktur fisik bagi Ibukota Provinsi Sumatera Utara. Pelayanan masyarakat ini bagian dari misi Rico-Zaki mewujudkan 'Medan Untuk Semua' dan 'Semua Untuk Medan'. (has)