“Kita tidak dapat mengatakan produk itu pasti kadaluarsa. Cuma mungkin penanggalannya dari produsen agak membingungkan apakah itu tanggal produksi atau expired. Jadi, kami minta hari ini produk itu ditarik dulu,” kata Rico Waas didampingi sang istri, Airin Waas.
Selain menarik, kata Rico Waas, pihak Brastagi Supermarket untuk melakukan pengecekan yang benar guna memastikan itu tanggal produksi atau expired.
“Kalau itu benar tanggal produksi, mohon dicantumkan dan ditulis produksi karena ini untuk memudahkan masyarakat menilai apakah produk ini layak dibeli atau tidak sehingga tidak terjadi mis-persepsi di masyarakat,” ungkapnya.
Dikatakan Rico, penarikan produk itu juga sebagai bentuk pemahaman sekaligus edukasi kepada penjual. Apabila ada kerancuan dalam penanggalan suatu produk, imbuhnya, mohon dibantu untuk diberi tambahan.
“Tulis saja di atasnya kode produksi atau tanggal produksi supaya membantu,” harapnya.
Dalam peninjauan tersebut, alumnus Universitas Bina Nusantara jurusan Desain Komunikasi Visual ini juga melihat tulisan yang menyatakan makanan mengandung nonhalal terlalu kecil sehingga kurang kelihatan.
“Tadi saya sudah hampir salah karena tulisannya yang terlalu kecil. Untuk itu tulisannya harus diperbesar lagi, sedangkan zonanya dibuat terpisah dan pamfletnya diperlebar lagi supaya tidak tercampur dengan yang halal,” ujarnya.
![]() |
Permen kemasan (kanan) diduga sudah kadaluarsa masih diperjualbelikan oleh pihak Brastagi Supermarket, Jalan Gatot Subroto Medan. Diskominfo Medan/Hastara.id |
Harga Stabil
Sebelum menemukan produk permen yang penanggalan produksi atau expired meragukan, Rico Waas bersama sang istri, Airin Waas didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait memantau harga bahan kebutuhan pokok di pasar modern tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan, jelasnya, harga beberapa bahan pangan masih normal.
“Tadi kita cek mulai dari daging, cabai, beras dan gula masih mirip dengan kemarin kita cek harga di Pasar Tradisional Petisah, mungkin agak berbeda sedikit wajar karena ini di pasar modern atau swalayan. Tapi yang lainnya masih oke,” paparnya.
Tidak hanya melakukan pemantauan, Rico Waas dan istri tercinta menggunakan momen itu untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Selain sayur mayur, buah dan cemilan untuk berbuka puasa, juga membeli bahan kebutuhan pokok di antaranya minyak goreng, beras dan gula pasir. Setelah selesai berbelanja, orang nomor satu di Pemko Medan dan Airin Waas membayar belanjaannya di kasir. (rel/has)