![]() |
Wali Kota Medan Rico Waas menyerahkan piala bergilir wali kota kepada tuan rumah Kecamatan Medan Deli, dalam acara pembukaan MTQ ke-58 Kota Medan pada Sabtu malam (19/4). Hasby/hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Gema syiar Islam menggema di langit Medan Deli, Sabtu (19/4/2025) malam, saat Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-58 Kota Medan resmi dibuka. Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen bersama Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas, menandai dimulainya perhelatan akbar ini dengan pemukulan bedug.
MTQ yang berlangsung hingga 26 April ini menjadi momentum penting dalam membumikan semangat cinta Al-Qur’an di tengah masyarakat. Wali Kota Medan, Rico Waas, dalam sambutannya menekankan MTQ tidak sekadar rutinitas tahunan, melainkan harus menjadi sumber inspirasi yang berkelanjutan.
"Hasil MTQ bukan hanya pengumuman pemenang di malam penutupan. Harus ada outcome jangka panjang, yakni tumbuhnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta munculnya generasi muda yang mencintai nilai-nilai Islam," ujarnya penuh semangat.
Lebih lanjut, ia berharap para peserta yang berprestasi di MTQ ini dapat terus melangkah ke ajang provinsi, nasional hingga internasional, menjadi kebanggaan Kota Medan.
Menariknya, lokasi pelaksanaan MTQ tahun ini menyimpan kisah tersendiri. Dulu, kawasan ini dipenuhi ilalang dan jalan bergelombang. Namun berkat kerja keras jajaran pemko dan panitia, tempat ini disulap menjadi arena MTQ yang megah dan layak.
“Ini adalah kerja kolektif. Kami survei langsung ke lokasi ini di awal kepemimpinan saya. Alhamdulillah, sekarang tempat ini sudah berubah dan menjadi saksi semangat kita semua," imbuh Rico.
Dukungan Penuh
Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen menyampaikan dukungan penuh pihaknya terhadap kegiatan ini.
“MTQ ini sarat nilai keimanan dan religiusitas. DPRD Medan akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.
MTQ ke-58 ini diikuti peserta dari 21 kecamatan se-Kota Medan serta madrasah aliyah negeri dan swasta untuk cabang fahmil dan syarhil qur’an. Cabang lomba yang dipertandingkan antara lain seni baca Al-Qur’an, qira’at, tahfiz, tafsir, fahm, syarh, kaligrafi, karya tulis ilmiah hingga musabaqah hadist.
Antusiasme masyarakat pun terlihat luar biasa. Ribuan warga hadir memadati lokasi pembukaan, menciptakan suasana yang hangat, penuh kekhidmatan, dan sarat makna. (has)