-->

Pembangunan Jalan dan Drainase di Medan Fokus ke Lingkungan Padat Penduduk

Sebarkan:

 

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat meninjau jalan rusak di Pasar Sunggal Kecamatan Medan Sunggal, Senin (28/4/2025). Diskominfo Medan/hastara.id

MEDAN, HASTARA.ID — Pemerintah Kota Medan kini tengah memasuki fase baru dalam pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan drainase. Jika sebelumnya pembangunan difokuskan pada jalan-jalan besar dan jalur protokol, kini Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengarahkan perhatian lebih dekat ke masyarakat, tepatnya ke kawasan lingkungan padat penduduk.

“Di zaman Pak Bobby kita sudah banyak menyelesaikan proyek besar, jalan utama, dan drainase sekunder. Sekarang, sesuai arahan Pak Wali Rico Waas, kita fokus masuk ke lingkungan-lingkungan warga yang belum tersentuh pembangunan,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan, Selasa (6/5/2025).

Mengusung slogan 'Medan Untuk Semua', Pemko Medan menargetkan pembangunan yang lebih merata. Meski panjang jalan yang dibangun relatif pendek—sekitar 150 hingga 250 meter per titik—namun dampaknya langsung terasa oleh masyarakat.

“Ini bukan soal panjang jalan, tapi kebermanfaatan langsung untuk masyarakat. Kita ingin hadir lebih dekat ke lingkungan warga,” katanya.

Respons Cepat 

Gibson juga mengungkapkan bahwa Wali Kota Rico Waas memberikan arahan jelas: bekerja cepat tanpa harus menunggu laporan atau keluhan warga.

“Pak wali tidak mau kerja menunggu. Kalau ada titik yang harus diperbaiki dan kita tahu, ya langsung kerjakan,” tegasnya.

Terkait prioritas wilayah, Gibson menyatakan tidak ada istilah tebang pilih. Namun, karena efisiensi anggaran yang turun hingga 37 persen, pihaknya harus lebih selektif dalam menentukan kawasan mana yang perlu diprioritaskan lebih dahulu.

Salah satu evaluasi penting dari Dinas SDABMBK adalah kualitas perbaikan jalan dengan metode tambal sulam. Banyak laporan menyebutkan perbaikan tersebut cepat rusak dan tidak nyaman dilalui.

“Kalau cuma tempel-tempel aspal tanpa standar, lebih baik tidak dikerjakan. Sudah saya sampaikan ke UPT-UPT, tambal sulam harus dilakukan dengan benar—di-cutting dulu, dibersihkan, baru diaspal. Supaya awet dan berkualitas,” pungkas Gibson. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini