-->

Ungkap Penyelundupan 13 Ton Pupuk Subsidi, KAMMI dan GMNI Sumut Apresiasi Kapolda Whisnu

Sebarkan:

 

Ketua GMNI Sumut, Armando Sitompul (kiri) dan Ketua KAMMI Sumut, Wira Putra (kanan) mengapresiasi langkah tegas Kapolda Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengungkap penyelundupan 13 ton pupuk bersubsidi di Kabupaten Madina, baru-baru ini. Istimewa/hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Dua organisasi kemahasiswaan di Sumatera Utara, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), menyampaikan apresiasi terhadap langkah tegas Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto melalui jajarannya yang berhasil menggagalkan penyelundupan 13 ton pupuk subsidi ilegal di wilayah Mandailing Natal, baru-baru ini.

Ketua GMNI Sumatera Utara, Armando Sitompul, menyebut keberhasilan ini merupakan bukti komitmen nyata Polda Sumut dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Penyelundupan pupuk bersubsidi adalah kejahatan serius. Ini bukan hanya merugikan petani secara ekonomi, tetapi juga mengancam stabilitas ketahanan pangan kita. Kami sangat mengapresiasi Kapoldasu beserta jajarannya yang sigap dan berhasil menggagalkan penyelundupan ini," ujar dia kepada wartawan di Medan, Jumat (23/5).

Ia menegaskan bahwa pupuk subsidi sejatinya diberikan pemerintah untuk meringankan beban petani kecil agar mereka mampu berproduksi maksimal. Namun, praktik penyelundupan dan penimbunan pupuk sering membuat distribusi tidak tepat sasaran, menyebabkan kelangkaan dan melonjaknya harga pupuk di pasaran.

"Bayangkan, para petani sudah bekerja keras setiap hari, namun ketika mereka butuh pupuk justru harus menghadapi harga mahal atau kelangkaan karena ulah oknum yang menyalahgunakan distribusi," ujar Armando.

Senada disampaikan Ketua KAMMI Sumut, Wira Putra. Ia mengapresiasi langkah tegas Polda Sumut dalam membongkar jaringan penyelundupan pupuk subsidi.

“Keberhasilan ini menunjukkan keseriusan Kapoldasu dalam memberantas mafia pupuk yang selama ini menjadi momok bagi para petani. Ini adalah langkah konkret dalam upaya membangun sistem pertanian yang adil dan produktif,” kata dia.

Menurut mantan Presiden Mahasiswa USU itu, penangkapan ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga merupakan bagian penting dari strategi mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ia menekankan bahwa pupuk adalah elemen vital dalam proses produksi pertanian.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan pangan di gudang, tapi juga soal jaminan ketersediaan sarana produksi bagi petani, salah satunya adalah pupuk. Kalau pupuk langka atau mahal, produktivitas petani terganggu,” ujarnya. 

Wira juga mendorong agar Polda Sumut terus memperkuat pengawasan dan menindak tegas seluruh jaringan pelaku penyelundupan, baik untuk pupuk bersubsidi maupun non-subsidi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama pemuda dan mahasiswa, untuk turut aktif mengawasi dan melaporkan jika menemukan indikasi praktik kecurangan dalam distribusi pupuk.

“Kami percaya, dengan tindakan tegas seperti ini, distribusi pupuk akan semakin tepat sasaran dan para petani benar-benar merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (has)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini