-->

Bakat dan Ketulusan Ara dalam Monolog 'Ibu' Berbuah Beasiswa dari Rektor UMSU

Sebarkan:

 

Mutiara Pramudya Putri dalam monolog 'Ibu' pada acara Yudisium FKIP di ruang auditorium UMSU pada Kamis (3/6/2025). Istimewa/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Penampilan menyentuh dalam monolog berjudul 'Ibu' membawa berkah tersendiri bagi Mutiara Pramudya Putri. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu mendapatkan beasiswa dua semester dari Rektor Prof. Agussani. 

Beasiswa diberikan secara spontan oleh rektor setelah ia terharu menyaksikan penampilan Mutiara—yang akrab disapa Ara—dalam acara Yudisium FKIP UMSU, Kamis (3/6/2025), di Auditorium UMSU. Dalam monolog berdurasi sekitar 10 menit itu, Ara membawakan karya Putu Wijaya dengan penuh penghayatan dan emosi yang kuat, membuat suasana auditorium larut dalam keheningan dan keharuan.

“Penampilan Ara sangat menyentuh. Saya benar-benar terharu, dan secara spontan ingin memberikan penghargaan yang layak atas bakat dan ketulusannya,” ungkap Agussani di sela acara.

Ara sendiri mengaku tak menyangka akan mendapat apresiasi sebesar itu. 

“Surprise sekali. Saya tidak menyangka dapat penghargaan luar biasa dari pak rektor. Ibu saya sampai menangis haru,” ujar Ara sambil tersenyum.

Mutia Pramudya Putri bersama Rektor UMSU, Prof. Agussani. Istimewa 

Selain aktif dalam dunia akademik, Ara juga tergabung dalam Komunitas Menulis Kopi Suhi FKIP UMSU—sebuah ruang kreatif mahasiswa yang bergerak di bidang penulisan dan pertunjukan sastra.

Wakil Dekan III FKIP UMSU, Dr Mandra Saragih, turut memberikan apresiasi atas pencapaian Ara. 

“Kami bangga atas penampilan Ara. Mahasiswa berprestasi seperti dia memang patut diberikan ruang dan dukungan penuh. Ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensinya,” kata Mandra.

Ia juga mengajak para pelajar tingkat SLTA untuk melanjutkan pendidikan ke FKIP UMSU, khususnya bagi yang tertarik di dunia sastra dan kepenulisan. 

“FKIP UMSU punya banyak ruang ekspresi. Komunitas seperti Kopi Suhi adalah tempat yang cocok untuk berkembang dalam dunia kreatif,” ujarnya.

Acara Yudisium FKIP UMSU ini turut dihadiri Dekan FKIP Dr Syamsuyurnita, Wakil Dekan I Dr Dewi Nasution, para dosen serta staf akademik FKIP UMSU. (rel)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini