![]() |
Penampakan basement dua lantai di Lapangan Merdeka Medan masih amburadul pada Senin (30/6/2025). Hasby/Istimewa |
MEDAN, HASTARA.ID — Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan yang menelan anggaran ratusan miliar rupiah hingga kini belum juga rampung, meski telah diresmikan pada 19 Februari lalu. Proyek multiyears (tahun anggaran jamak) senilai Rp487 miliar ini masih menyisakan banyak pekerjaan yang terbengkalai, terutama di bagian basement.
Revitalisasi yang dimulai sejak 2022 pada masa kepemimpinan Wali Kota Bobby Nasution tersebut mencakup pembangunan pendopo, panggung rakyat, Monumen Proklamasi Kemerdekaan, sarana olahraga, taman, hingga area parkir bawah tanah dua lantai. Namun hingga awal Juli 2025, pekerjaan di area tersebut masih jauh dari target.
Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, mengakui adanya keterlambatan pengerjaan. Ia menyebut sejumlah kendala teknis seperti keberadaan kabel listrik bawah tanah, menghambat progres proyek.
"Iya, masih lanjut tahun ini. Insyaallah siapnya tahun ini. Kendalanya ya belum bisa dikorek, ada kabel-kabel listrik. Agak lama pengerjaannya di situ," katanya usai menghadiri Rapat Paripurna HUT ke-435 Kota Medan di DPRD Medan, Senin (30/6/2025).
Basement yang dirancang menampung 425 mobil dan 300 sepeda motor serta difungsikan sebagai area UMKM, museum kota, dan bioskop, kini justru memprihatinkan. Area itu disebut bak 'rumah hantu', dengan kondisi tergenang air, material berserakan, dan tanpa sistem drainase yang layak.
Paling disorot yaitu, kawasan inti kota yang selama ini menjadi ikon Medan justru kerap dilanda banjir parah sejak proyek revitalisasi berjalan. Bahkan, genangan air sempat mencapai dada orang dewasa. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap perencanaan teknis proyek tersebut.
Proyek revitalisasi ini berada di bawah tanggungjawab Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Cikataru) yang saat itu dipimpin Alexander Sinulingga—yang kini telah menjadi Kepala Dinas Pendidikan Sumut. Namun, hingga akhir masa jabatannya, target pembangunan pada 2024 tak mampu tercapai.
Proyek ini bahkan menyedot tambahan dana baru pada tahun anggaran 2025 ini. Berdasarkan penelusuran di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemko Medan, ditemukan anggaran tambahan sebesar Rp78,52 miliar untuk kelanjutan pengerjaan Lapangan Merdeka.
Selain itu, tertera pula anggaran Rp1,6 miliar untuk supervisi pembangunan sarana dan prasarana lapangan, yang ditangani Dinas Perkim Cikataru dan dimenangkan oleh PT Lestari Nauli Jaya, dari 51 peserta lelang.
Publik kini menanti ketegasan Pemko Medan dalam menyelesaikan proyek yang digadang-gadang sebagai ikon kebanggaan warga kota. Sebab, alih-alih menjadi ruang publik representatif, Lapangan Merdeka justru berubah menjadi simbol kegagalan tata kelola proyek di pusat kota. (has)