Dalam arahannya, Rico mengapresiasi kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan yang berhasil menuntaskan proses pencetakan SPPT dan DHKP di awal tahun. Menurutnya, ketepatan waktu tersebut menjadi kunci agar masyarakat dapat segera menerima dokumen pajak dan memenuhi kewajibannya tanpa hambatan.
“Dengan pencetakan yang selesai tepat waktu, pendistribusian ke warga bisa langsung berjalan. Ini penting agar tidak ada penundaan dalam pelayanan,” ujar Rico.
Rico menegaskan bahwa PBB merupakan tulang punggung pembangunan daerah dengan prinsip “dari kita untuk kita”.
Ia menilai kecepatan penerimaan pajak berbanding lurus dengan percepatan pembangunan infrastruktur dan kualitas layanan publik di Kota Medan.
“Bapenda adalah salah satu kunci pembangunan. Tapi tidak bisa bekerja sendiri. Perlu sinergi OPD, camat, lurah, hingga kepala lingkungan sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tegasnya.
Isu integritas juga menjadi sorotan utama. Rico meminta seluruh jajaran Bapenda dan kewilayahan menjaga profesionalisme serta bersih dari praktik oknum dalam pengelolaan pajak di lapangan.
“Jika kita berintegritas, masyarakat akan percaya bahwa uang mereka dikelola dengan baik. Kepercayaan itu akan meningkatkan kepatuhan pajak,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Rico meresmikan logo baru Bapenda Kota Medan sebagai simbol pembaruan dan semangat kerja baru. Ia berharap identitas baru tersebut mendorong kinerja optimal dalam mencapai target penerimaan pajak daerah.
Menutup sambutannya, Wali Kota mendorong inovasi dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar tidak bergantung pada satu jenis pajak saja.
“Masih banyak potensi pajak daerah yang bisa dioptimalkan demi kesejahteraan warga Medan,” ucapnya.
Sebelum penyerahan simbolis SPPT PBB, Pemko Medan memberikan apresiasi kepada kecamatan dan kelurahan dengan realisasi penerimaan PBB tertinggi Tahun 2026. Tiga besar tingkat kecamatan diraih Kecamatan Medan Timur (peringkat I), Medan Barat (peringkat II), dan Medan Perjuangan (peringkat III). Sementara di tingkat kelurahan, peringkat I Kelurahan Simpang Tanjung, peringkat II Kelurahan Kesawan, dan peringkat III Kelurahan Gang Buntu.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, para asisten, Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian, kepala OPD, camat, lurah, jajaran Bapenda, serta Pelaksana Pimpinan Cabang Utama Medan PT Bank Sumut, Arya Putra Kusuma.
Dalam laporannya, Agha menyebutkan total SPPT PBB yang dicetak dan diserahkan mencapai 542.166 lembar dengan nilai ketetapan sebesar Rp972,04 miliar. Ia optimistis realisasi penerimaan PBB tahun ini dapat tercapai melalui optimalisasi dan evaluasi menyeluruh terhadap kendala di tahun-tahun sebelumnya.
“Ke depan, kami memperkuat SOP agar SPPT tidak lagi memakan waktu berbulan-bulan sampai ke masyarakat. Dengan distribusi yang lebih cepat, warga bisa segera memenuhi kewajibannya,” pungkas Agha. (rel)
