![]() |
| Juru Bicara Partai Gerindra, H Sugiat Santoso. Istimewa/Hastara.id |
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Menurutnya, keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program yang diselenggarakan pemerintah.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah ini," kata Sugiat, Selasa (30/6/2026).
Sugiat menegaskan insiden tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola pelaksanaan Latsarmil. Ia menilai evaluasi perlu dilakukan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga sistem pengawasan di lapangan.
"Peristiwa ini harus dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi dilakukan untuk memastikan standar keselamatan, pengawasan, dan tata kelola pelaksanaan program semakin baik sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat standar operasional prosedur (SOP), memperjelas mitigasi risiko, serta melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi kesehatan maupun kesiapan setiap calon peserta sebelum mengikuti pelatihan.
"Kita ingin setiap program pemerintah berjalan secara profesional. Karena itu, standar operasional harus diperkuat, mitigasi risiko diperjelas, dan pengawasan di lapangan harus lebih optimal," katanya.
Selain evaluasi teknis, Sugiat juga meminta pemerintah hadir memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Ia menekankan proses penanganan insiden harus dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
"Negara tidak boleh abai. Pemerintah harus memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan, perhatian, serta seluruh hak yang menjadi tanggung jawab negara," tegas Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI tersebut.
Meski demikian, Sugiat mengingatkan agar insiden dalam pelaksanaan Latsarmil tidak mengaburkan tujuan besar program pemberdayaan masyarakat yang menjadi agenda strategis pemerintah, khususnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Ia menilai kedua program tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi rakyat.
"Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis Presiden untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong kemandirian ekonomi rakyat. Program ini tetap harus dilanjutkan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat," katanya.
Sugiat menegaskan, yang perlu dibenahi adalah mekanisme pelaksanaan serta tata kelola program, bukan menghentikan kebijakan yang dinilai memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Ia berharap hasil evaluasi nantinya benar-benar menghasilkan perbaikan konkret sehingga seluruh program strategis pemerintah dapat berjalan lebih aman, profesional, dan akuntabel.
"Kalau ada kekurangan dalam pelaksanaan tentu harus diperbaiki. Semangat membangun desa, memperkuat koperasi, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan jangan sampai berhenti. Evaluasi harus menghasilkan perbaikan nyata sehingga seluruh program strategis dapat berjalan lebih aman, lebih profesional, dan lebih akuntabel," pungkasnya. (rel)
