-->

Peserta PKN II Angkatan XII Kaji Mitigasi Bencana di Tapsel, Dorong Sistem Berbasis Data dan Peringatan Dini

Sebarkan:

 

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII 2026 diabadikan bersama Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu di Kantor Bupati Tapsel, Istimewa/Hastara.id 

TAPANULI SELATAN, HASTARA.ID — Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII 2026 melakukan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran lapangan untuk memperkuat tata kelola mitigasi dan kesiapsiagaan bencana berbasis data.

Kelompok I mengusung tema "Kepemimpinan Adaptif untuk Transformasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Data guna Memperkuat Resiliensi Daerah." Melalui visitasi tersebut, peserta menghubungkan teori kepemimpinan strategis dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan, khususnya di sektor penanggulangan bencana.

Selama kegiatan, peserta melakukan observasi lapangan, berdialog dengan pimpinan daerah dan jajaran BPBD, serta mengumpulkan berbagai data terkait tata kelola kebencanaan di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dipilih sebagai lokasi visitasi karena memiliki tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi dan geologi yang cukup tinggi. Kondisi itu dinilai tepat untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan mampu membangun sistem mitigasi, kesiapsiagaan, serta koordinasi lintas sektor secara berkelanjutan.

Hasil kajian menunjukkan BPBD Tapsel memiliki sejumlah kekuatan, di antaranya kelembagaan yang telah terbentuk, komitmen pimpinan dalam memperkuat mitigasi bencana, keberadaan posko strategis, sinergi lintas instansi, serta komunikasi dan kolaborasi yang berjalan efektif.

Namun demikian, peserta juga menemukan sejumlah tantangan yang masih perlu dibenahi. Di antaranya belum terintegrasinya sistem informasi kebencanaan, belum diperbaruinya Kajian Risiko Bencana (KRB), keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, hingga perlunya penguatan sistem peringatan dini (Early Warning System) serta kolaborasi multipihak.

"Diperlukan kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan mampu memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan yang cepat, tepat, serta akuntabel," menjadi salah satu kesimpulan utama hasil pembelajaran lapangan tersebut.

Berdasarkan hasil observasi, Kelompok I merekomendasikan sejumlah langkah strategis, yakni pengembangan Sistem Informasi Kebencanaan Terintegrasi (SIKAT), pembaruan Kajian Risiko Bencana secara berkala, penguatan Early Warning System, pengembangan Desa Tangguh Bencana (DESTANA), serta optimalisasi kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, dan masyarakat.

Visitasi Kepemimpinan Nasional ini tidak hanya menjadi bagian dari kurikulum PKN Tingkat II, tetapi juga diharapkan melahirkan berbagai inovasi kebijakan yang mampu memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi ancaman bencana sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Kelompok I PKN Tingkat II Angkatan XII 2026 dipimpin Andri Ridwan sebagai ketua, didampingi Coach Dr Drs Surya Jaya, SH, MPd, serta beranggotakan Subhan Fajri Harahap, M Odi Anggia Batubara, Dr Yulinda Elvi Nasution, Mhd. Aldy Ramadhan, Ade Sofianita, M Agha Novrian, Rizki Marlina, Abu Kosim, Ady Putra Parlaungan, Albert Butar-butar, dan Hasrul Irfan. (rel/has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini