-->

Bukan Sekadar Festival, Bazar UMKM PWPM di Medan Merdeka Langsung Ludes

Sebarkan:

 

Wali Kota Medan Rico Waas diwakili Kadis Pariwisata, Odi Anggia Batubara bersama Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting, Sekdis Kominfo Medan, Budi Hariono dan Ketua FJPI Khairiah Lubis diabadikan di sela-sela Festival Medan Merdeka di Rumah Budaya Tangga, Jalan Letjen Suprapto Nomor 11, Medan, Sabtu (29/8/2026). Istimewa/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Festival Medan Merdeka di Rumah Budaya Tangga, Jalan Letjen Suprapto Nomor 11, Medan, Sabtu (29/8), tak hanya menghadirkan pameran foto dan karya seni. Denyut ekonomi kreatif juga terasa kuat melalui bazar UMKM yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM).

Ketua PWPM, Muhammad Edison Ginting, hadir langsung dalam festival yang dibuka Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Kepala Dinas Pariwisata, Odi Anggia Batubara.

Kehadiran PWPM tak sekadar sebagai undangan. Organisasi wartawan tersebut ikut mengambil bagian dengan mengisi stan bazar UMKM melalui bidang UMKM PWPM yang diketuai Budi Lubis.

Menariknya, aneka makanan ringan yang dijajakan PWPM langsung mendapat sambutan pengunjung. Produk yang dibawa untuk mengisi bazar bahkan dilaporkan habis terjual pada hari pertama.

"PWPM diminta untuk mengisi bazar dalam kegiatan ini, sehingga bidang UMKM yang diketuai Budi Lubis mengambil peran. Alhamdulillah, aneka makanan ringan yang kita jajakan habis terjual di hari pembukaan ini," kata pria yang akrab disapa Ginting ini. 

Bagi Ginting, antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kegiatan yang mempertemukan seni, kreativitas dan UMKM memiliki potensi besar untuk membuka ruang promosi sekaligus memperluas pasar pelaku usaha.

Festival Medan Merdeka sendiri mengusung semangat menjadikan kota sebagai ruang bersama untuk berkarya dan menyampaikan gagasan. Kegiatan ini mempertemukan seniman, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, jurnalis hingga masyarakat umum.

Dalam sambutan tertulis Wali Kota Medan yang disampaikan Odi Anggia Batubara, Rico mengapresiasi terselenggaranya festival tersebut. Menurut Rico, Festival Medan Merdeka tidak boleh berhenti sebatas pameran dan pertunjukan. Lebih dari itu, festival harus menjadi ruang pertemuan yang memungkinkan berbagai kelompok bertukar gagasan sekaligus memperlihatkan karya kepada publik.

“Festival ini bukan hanya menjadi ajang pameran dan pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang bagi para seniman, pelaku kreatif, akademisi, jurnalis, dan masyarakat untuk bertemu, bertukar gagasan, serta menunjukkan karya,” ujarnya. 

Rico menilai tema "Medan Merdeka" memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perayaan momentum kemerdekaan. Kemerdekaan, menurutnya, juga berarti keberanian untuk berpikir bebas, menyampaikan gagasan dan melahirkan sesuatu yang baru melalui karya.

“Dari kebebasan berpikir lahir gagasan dan karya. Dari keduanya, kita dapat melihat sebuah kota melalui sudut pandang yang mungkin selama ini tidak kita perhatikan,” katanya.

Ia menilai Medan memiliki kekayaan budaya yang masih sangat luas untuk digali dan diterjemahkan menjadi karya. Karena itu, ruang-ruang kreatif seperti Festival Medan Merdeka dinilai penting untuk memperkuat ekosistem seni dan kebudayaan di kota ini.

Masyarakat pun tidak hanya ditempatkan sebagai penonton. Mereka dapat menikmati karya seni, mengikuti aktivitas kreatif, sekaligus berinteraksi dengan para pelaku yang berada di balik karya tersebut. Rico berharap kegiatan serupa mampu mendorong semakin banyak generasi muda Medan berani menghasilkan karya dan menyampaikan gagasan.

“Jangan takut untuk berkarya dan ragu untuk menyampaikan gagasan. Teruslah mengambil bagian dalam membangun Kota Medan melalui bidang yang kita tekuni masing-masing,” pesannya.

Ia menegaskan, pembangunan kota tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik. Pertumbuhan gagasan, kreativitas, seni dan kebudayaan juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter serta identitas sebuah kota.

“Jadikan Kota Medan sebagai sumber inspirasi, sebagai ruang untuk bercerita, dan sebagai tempat untuk melahirkan karya-karya terbaik,” ujarnya.

Muhammad Edison Ginting juga berharap Festival Medan Merdeka tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, kekuatan festival justru terletak pada pertemuan dan sinergitas berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan Kota Medan.

"Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi insan seni, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, jurnalis, serta masyarakat untuk menikmati sekaligus mengapresiasi berbagai karya dan gagasan kreatif," ujarnya.

Turut hadir Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Khairiah Lubis, Sekretaris Dinas Kominfo Kota Medan Budi Hariono, pengurus PWPW Bidang UMKM Mahbubah Lubis, Zulpiana, Amsari, Fitmen Panjaitan serta sejumlah tamu undangan lainnya. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini