![]() |
| Kolase foto pengibaran Bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Merdeka Medan, Senin (17/8/2026). Istimewa/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memastikan pembangunan benar-benar menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Rico Waas seusai memimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Merdeka Medan, Senin (17/8/2026). Bertindak sebagai inspektur upacara, Rico mengenakan busana adat Jawa, sementara Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap mengenakan busana adat Melayu.
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Ketua TP PKK Kota Medan, Airin, Staf Ahli TP PKK Kota Medan Martinijal, unsur Forkopimda, Pj Sekda Medan Erfin Fahrurrazi, pimpinan perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, OKP, veteran, serta ASN Pemko Medan.
Rangkaian upacara ditandai dengan pengibaran Sang Merah Putih, pembacaan Pancasila oleh Rico Waas, Pembukaan UUD 1945, serta pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen. Bagi Rico, esensi peringatan kemerdekaan justru terletak pada apa yang dilakukan pemerintah setelah upacara berakhir.
“Makna ini jangan menjadi hanya sekadar seremonial, tapi menjadi momentum penting bagi kita mengingat bahwasanya masih banyak yang harus diperjuangkan. Masih banyak masyarakat kita yang membutuhkan perhatian kita,” tegasnya.
Anggaran 2027 Harus Berdampak
Rico mengaitkan semangat kemerdekaan dengan agenda pembangunan Kota Medan. Menurut dia, pembahasan KUA-PPAS hingga penyusunan RAPBD 2027 harus diarahkan pada program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia mengingatkan agar anggaran tidak sekadar habis terserap, tetapi harus dapat diukur manfaatnya. Sejumlah sektor dinilai perlu menjadi prioritas, mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan hingga penguatan ekonomi kerakyatan. Di bidang pelayanan dasar, Rico mendorong peningkatan kualitas puskesmas dan sekolah, termasuk pemanfaatan teknologi serta pengembangan smart class.
“Perencanaan kita di 2027 mendatang yang sedang kita rancang hari ini harus benar-benar dilaksanakan pembangunannya dan benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemberian stimulus bagi pelaku ekonomi kerakyatan agar mampu tumbuh dan semakin kuat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya proyek fisik yang dibangun, tetapi dari seberapa jauh pembangunan tersebut meningkatkan kesejahteraan warga.
Jangan Boros Anggaran
Upaya memastikan target tersebut tercapai, Rico meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lebih cermat dalam menyusun perencanaan dan penganggaran.
Pj Sekda Medan Erfin Fahrurrazi juga diminta melakukan pengawasan agar setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif, efisien dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jangan kita lalai, tidak terlihat, akhirnya terlihatnya menjadi pemborosan. Jadi itu betul-betul harus efektif, efisien, berdampak, dan berguna,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa semangat kemerdekaan, menurut Rico, harus diterjemahkan ke dalam tata kelola pemerintahan yang bertanggung jawab dan pembangunan yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
Hormati Veteran
Usai upacara, Rico bersama Wakil Wali Kota Medan dan unsur Forkopimda menyerahkan bingkisan kepada tujuh veteran kemerdekaan. Penghormatan itu menjadi simbol apresiasi atas jasa para pejuang yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Rico mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dari lingkungan masing-masing. Gotong royong, menjaga toleransi, saling menghormati dan memperkuat persaudaraan disebutnya sebagai bentuk nyata kecintaan terhadap bangsa.
“Bersahabat dengan satu dengan yang lainnya, mencintai satu dengan yang lainnya, menghormati satu dengan yang lainnya. Hal-hal itu kita bangun dengan gotong royong bersama. Mudah-mudahan kota kita makin baik,” ucapnya.
Di penghujung peringatan HUT ke-81 RI, Rico turut menyampaikan doa untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah berduka. Ia berharap masyarakat terdampak segera bangkit, para korban meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, serta Indonesia senantiasa dijauhkan dari bencana.
“Kita bermohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya Tuhan yang bisa memberikan perlindungan kepada kita,” pungkasnya. (rel/has)
